Tautan-tautan Akses

Partisipasi Masyarakat Naik Hampir 20 Persen dalam Pemungutan Suara Awal Pemilu Kanada


Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berbicara kepada awak media dalam sebuah konferensi pers pada 15 Agustus 2021. (Foto: Sean Kilpatrick/The Canadian Press vía AP)

Komisi Pemilu Kanada pada hari Selasa (14/9) mengumumkan bahwa sejumlah besar warga Kanada -- hampir satu dari lima orang yang memenuhi syarat – telah memberikan suara lebih awal dalam pemilihan umum yang diprediksi akan berlangsung sengit pada 20 September mendatang.

Dalam pernyataannya, badan independen itu mengatakan terdapat hampir 5,8 juta pemilih yang memberikan suara pada pemungutan suara lanjutan dari hari Jumat hingga Senin berdasarkan data awal yang masuk.

Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 18,46 persen dibanding pemilihan umum sebelumnya pada tahun 2019.

Badan itu juga mengatakan bahwa mereka menduga bahwa jumlah pemilih yang memberikan suaranya melalui pos akan lebih besar dari biasanya dikarenakan pandemi virus corona.

Satu minggu menjelang pemilihan legislatif, Partai Liberal Justin Trudeau secara virtual bersaing sengit dengan Partai Konservatif yang dipimpin Erin O'Toole, menurut sejumlah jajak pendapat publik.

Trudeau, yang berusia 49 tahun, menyerukan diadakannya pemilu dengan harapan dapat kembali mengamankan kursi mayoritas yang berkuasa di parlemen. Ia gagal mengamankan misi tersebut pada pemilu tahun 2019.

Setelah enam tahun berjuang keras menjabat dan dilemahkan oleh serangkaian skandal politik, Trudeau, yang sempat dijuluki sebagai anak emas dalam dunia politik di Kanada, kini telah kehilangan sebagian dari pengaruhnya.

Sejumlah pengunjukrasa menghadangnya saat berkampanye, sebagian marah terhadap inisiatifnya untuk mewajibkan vaksinasi. Dua demonstran telah didakwa, masing-masing dengan tuduhan menyampaikan ancaman dan penyerangan karena melemparkan batu ke perdana menteri Kanada itu. (mg/em/rs)

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG