Tautan-tautan Akses

Partai yang Berkuasa di Korsel Kalah dalam Pemilihan Wali Kota


Oh Se-hoon, kandidat dari partai oposisi utama People Power Party, merayakan kemenangan dalam pilwalkot bersama istrinya, Song Hyun-ok (kedua dari kiri) dan anggota partai lainnya di kantor pusat partai, di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 8 April 2021. (Foto

Hasil penghitungan suara pada Kamis (8/4) menunjukkan partai Presiden Korea Selatan Moon Jae-in kalah telak dalam pemilu khusus untuk jabatan wali kota di tengah skandal politik dan kesalahan kebijakan.

Jutaan warga Korea Selatan mendatangi tempat-tempat pemungutan suara (TPS), Rabu (7/4), untuk memilih pimpinan bagi dua kota terbesar di negara itu, Seoul dan kota pelabuhan, Busan, di antara 21 jabatan lokal yang diperebutkan.

Pemilu itu secara luas dipandang sebagai barometer utama untuk potensi pergeseran politik bagi partai progresif Moon dengan sisa waktu kurang dari satu tahun sebelum pemilihan presiden 9 Maret.

Popularitas Moon dan partai Demokratnya turun ke rekor terendah dalam beberapa bulan ini di tengah meroketnya harga rumah, ketimpangan yang semakin dalam, skandal pelecehan seksual, dan hubungan yang memburuk dengan Korea Utara.

Menurut komisi pemilihan negara bagian, pesaing dari partai People Power, Oh Se-hoon, mendapat 57,5 persen suara dari 8,4 juta pemilih di Seoul, unggul dari kandidat Demokrat Park Young-sun yang meraih 39,2 persen.

Jajak pendapat keluar TPS (exit poll) telah memprediksi kemenangan telak Oh. Penghitungan suara menunjukkan Oh - yang menjabat Wali Kota Seoul dari 2006 hingga 2011- memenangi semua 25 distrik di kota itu. Dia meraih tiga kali lebih banyak suara dari yang didapat Park di Kota Gangnam yang makmur.

Ketua People Power Kim Chong-in mengatakan setelah exit poll dirilis bahwa kemarahan rakyat "meledak" atas kegagalan kebijakan pemerintah.

Di Busan, kandidat People Power Park Hyung-joon menerima 62,7 persen suara, mengalahkan kandidat Demokrat Kim Young-choon yang memperoleh 34,4 persen.[ka/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG