Tautan-tautan Akses

Partai Demokrat: Tweet Andi Arief Bukan Hoaks


Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan terkait Andi Arief, di Kediaman SBY, Jakarta, Jumat (04/01) (VOA/Ghita).
Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan terkait Andi Arief, di Kediaman SBY, Jakarta, Jumat (04/01) (VOA/Ghita).

Cuitan politikus Partai Demokrat Andi Arief tentang adanya tujuh kontainer surat suara pasangan Capres-Cawapres nomor urut satu yang telah tercoblos menjadi viral. Walaupun tidak terbukti, Partai Demokrat menganggap tweet Andi Arief bukanlah hoaks.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan, apa yang disampaikan oleh rekannya Andi Arief dalam akun twitternya bukanlah untuk menyebarkan berita bohong. Justru, hal itu disampaikan oleh Andi untuk mengawal proses pemilu agar berjalan dengan baik, serta untuk menjawab desas-desus yang berkembang di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Hinca, di kediaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta hari Jumat (4/1).

Menurut Hinca, sebagai Partai Politik peserta pemilu pihaknya mempunyai tanggung jawab agar pemilu ini dapat berjalan sesuai dengan koridornya. Selain itu, kata Hinca, akun twitter Andi Arief juga berfungsi sebagai alarm untuk memperingatkan penyelenggara pemilu supaya mengecek kebenaran berita tersebut, agar bisa menjadi jelas di dalam masyarakat. Sehingga, Partai Demokrat menganggap tidak ada yang salah dengan tweet Andi Arief tersebut.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan kabar soal adanya tujuh kontainer berisi surat suara sudah tercoblos pada Rabu, 2 Januari 2019. (Foto: Courtesy)
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mencuitkan kabar soal adanya tujuh kontainer berisi surat suara sudah tercoblos pada Rabu, 2 Januari 2019. (Foto: Courtesy)

"Mari teman-teman lihat materi tweet-nya saudara Andi Arief itu adalah mengajak atau menyarankan kepada KPU untuk cek, supaya apa yang terjadi di masyarakat, (sehingga) desas desus itu segera dihentikan. Nah kemudian KPU dan Bawaslu melakukannya, dan setelah dicek dinyatakan tidak benar, clear. Itulah cara kita menghentikan atau mencegah berita-berita itu tersebar tidak karuan kemana-mana. Sehingga apa yang disampaikan oleh Andi Arief bukan hoaks, justru pesan yang mau disampaikan, sebagai parpol, sebagai kader partai, sebagai politisi, tentu harus mengingatkan, itu fungsi yang kami lakukan dengan baik," ujar Hinca.

Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief (Foto: Courtesy).
Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief (Foto: Courtesy).

Terkait kemudian, pihak KPU melaporkan hal tersebut kepada Bareskrim Polri, Partai Demokrat menghargainya dan akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Menurut Hinca, yang perlu digarisbawahi dalam penyelidikan ini oleh Bareskrim Polri nantinya, bukan tentang materi tweet dari Andi Arief, tapi tentang desa-desus inilah yang harus diperiksa oleh pihak yang berwajib.

Partai Demokrat pun siap memberikan bantuan hukum kepada Andi Arief apabila dibutuhkan. Namun Hinca berpesan, sebaiknya pemanggilan kepada Andi Arief harus sesuai dengan KUHAP yang berlaku, bukan dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum. Hal ini terkait, rumah Andi Arief di Lampung yang diduga telah digerudug oleh kepolisian. Ia mengatakan, rekannya tersebut pasti akan sangat kooperatif apabila pihak kepolisian membutuhkan keterangannya.

"Belum tahu (siapa yang geruduk) kami hanya mendapatkan info tadi siang di atas jam 12 siang dapat infomasi itu, dan kami belum tahu betul detailnya. Tapi poin yang kita bisa tangkap kalau seandainya bermaksud meminta keterangan dari Andi Arief, yang gak begitulah caranya, panggil secara KUHAP yang benar. Yang harus dicari adalah siapa pembuat rekaman sumber suara yang kemarin ditunjuk oleh si pelapor yang melaporkan dari kepada kepolisian, dan dia akan bawa, nah justru itu yang harus dikejar, itu untuk membuktikan bahwa apa yang disampaikan Andi Arief ada di masyarakat," tambah Hinca.

Tanggapan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf

Juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago (foto: VOA/A. Bhagaskoro).
Juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago (foto: VOA/A. Bhagaskoro).

Sementara itu, juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Irma Suryani Chaniago mengatakan bahwa cuitan Andi Arief bukan merupakan ciri dari politisi yang bertanggung jawab. Menurutnya, sebagai seorang politisi yang baik, seharusnya selalu menyebarkan informasi yang benar dan berbicara berdasarkan data yang akurat.

Apa yang dilakukan Andi Arief, kata Irma bisa menggiring opini publik ke dalam hal-hal yang tidak baik sehingga bisa menodai demokrasi dan dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan Indonesia dengan berita-berita bohong yang terus digulirkan.

"Waktu dia mencuit seperti itu kalau kemudian ada yang percaya sekian banyak orang kan membahayakan. Itu bisa mendeligitimasikan KPU. Gak boleh juga, jadi menurut saya kalau ngomong, kalau memberikan informasi harus yang konstruktif. Ini orang emang gak pernah konstruktif, bicaranya asal bunyi, gak karuan, jadi menurut saya coba belajar bertanggung jawab terhadap publik, untuk bisa mencerdaskan publik, dalam memberikan edukasi politik yang baik sebagai politisi, jangan asal ngomong sembarangan, kemudian berbagai pihak dari kelompok mereka saling membenarkan, saling nge-les itu juga gak fair menurut saya," tukas Irma.

Ia menambahkan bahwa tidak ada dampak yang signifikan akibat pemberitaan ini terhadap Jokowi-Ma’ruf, karena memang pihaknya tidak melakukan apa pun terkait hal ini. Irma pun menegaskan kepada semua pihak, jangan melakukan segala cara untuk meraih kemenangan, apalagi dengan menyebarkan berita hoaks. Tim Prabowo-Sandi menurut Irma, beberapa kali menyebarkan berita hoaks mulai dari kasus Ratna Sarumpaet hingga sekarang tentang Andi Arief. Dia pun mengajak semua pihak agar bertarung secara adil dan jujur dalam Pilpres nanti agar Indonesia bisa mendapatkan pemimpin yang bisa membawa Indonesia lebih maju lagi di masa depan. [gi/em]

XS
SM
MD
LG