Tautan-tautan Akses

Partai Berkuasa di Filipina Bersiap Calonkan Duterte Sebagai Wapres


Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Istana Malacanang, Manila, 24 Agustus 2021. (King Rodriguez/ Malacanang Presidential Photographers Division via AP)

Partai yang berkuasa di Filipina membuka konvensi nasionalnya, Rabu (8/9), dengan para delegasi bersiap menetapkan Presiden Rodrigo Duterte sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan mendatang, manuver yang secara luas dipandang sebagai upaya untuk mempertahankan pemimpin populer itu di dekat pusat kekuasaan, sementara menghindari batasan masa jabatan berdasarkan konstitusi.

Duterte, 76, yang terkenal dengan retorika vulgarnya, mengatakan akhir bulan lalu bahwa ia akan menerima pencalonan PDP-Laban untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden tahun depan sehingga ia bisa melanjutkan perang salibnya. Perang salib yang dimaksud adalah tindakan kerasnya terhadap narkoba yang diduga telah menewaskan ribuan tersangka pengedar.

Sekitar 400 anggota partai itu berkumpul di San Fernando City, di sebelah utara ibu kota, Manila, untuk menghadiri konvensi itu, sementara yang lainnya menghadiri secara online untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Senator Christopher Lawrence 'Bong' Go (kiri) dan Presiden Filipina Duterte (kanan), 24 Agustus 2021. (Foto AFP/Divisi Foto Kepresidenan/King Rodrigues)
Senator Christopher Lawrence 'Bong' Go (kiri) dan Presiden Filipina Duterte (kanan), 24 Agustus 2021. (Foto AFP/Divisi Foto Kepresidenan/King Rodrigues)

PDP-Laban adalah partai yang pertama mengadakan konvensi untuk memilih kandidat untuk pemilihan nasional 9 Mei.

Berdasar undang-undang Filipina, wakil presiden dipilih secara terpisah dari presiden, dan partai Duterte juga diperkirakan akan mengumumkan calon presidennya pada Rabu malam.

Popularitas Duterte tetap kuat meskipun Filipina kesulitan mengatasi pandemi COVID-19, dengan meningkatnya infeksi dan tingkat kematian serta program vaksinasi yang lambat. Jajak-jajak pendapat menunjukkan ada dukungan kuat bagi Duterte untuk mencalonkan diri jika dipasangkan bersama putrinya, Sara Duterte, sebagai kandidat presiden. Meski demikian, Duterte mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan mundur dari pencalonannya sebagai wakil presiden jika putrinya itu mengumumkan pencalonannya untuk jabatan paling tinggi tersebut.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kiri) dan putrinya Sara Duterte saat menghadiri pembukaan Konferensi Tahunan Forum Boao untuk Asia (BFA) 2018 di Boao, provinsi Hainan, China selatan, 10 April 2018. (AFP)
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kiri) dan putrinya Sara Duterte saat menghadiri pembukaan Konferensi Tahunan Forum Boao untuk Asia (BFA) 2018 di Boao, provinsi Hainan, China selatan, 10 April 2018. (AFP)

Sara Duterte, 43, saat ini adalah wali kota Kota Davao dan merupakan anggota partai HNP, yang didirikannya pada 2018. Ia telah mendukung partai ayahnya di tingkat nasional.

Nama lain yang disebut sebagai calon presiden yang mungkin adalah sekutu lama dan mantan ajudan Duterte, Senator Christopher “Bong'' Go, meskipun dia mengatakan kepada partai tersebut akhir Agustus bahwa ia telah memutuskan untuk tidak mencalonkan diri sebagai presiden. Analis mengungkapkan langkah itu mungkin untuk membuka jalan bagi pencalonan Sara Duterte.

Menjelang konvensi, Sekjen PDP-Laban Melvin Matibag mengatakan, pihaknya berharap dapat meyakinkan Go untuk menerima pencalonannya dan meloloskan pencalonan Go-Duterte.

Berdasarkan Konstitusi 1987, presiden Filipina hanya diperkenankan memegang satu masa jabatan, yakni enam tahun. Dua mantan presiden sebelumnya, Joseph Estrada dan Gloria Macapagal Arroyo, berhasil mencalonkan diri untuk jabatan publik yang lebih rendah setelah menjabat sebagai presiden, tetapi tidak untuk posisi wakil presiden.

Jika Duterte melanjutkan pencalonannya, kemungkinan ia akan menghadapi gugatan pengadilan dari oposisi, meskipun Mahkamah Agung sangat mendukung langkah-langkah presiden pada masa lalu.

Pengecam Duterte mengatakan pencalonannya sebagai wakil presiden juga merupakan upaya melindungi dirinya dari kemungkinan menghadapi gugatan Mahkamah Pidana Internasional, yang mengatakan pihaknya menemukan alasan untuk percaya bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan dalam penumpasan anti-narkoba Duterte. [ab/ka]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG