Tautan-tautan Akses

AS

Parler, Media Sosial Kontroversial, Kembali Beroperasi


Logo Parler tampak di sebuah ponsel pintar, 1 Juli 2020.

Parler adalah layanan media sosial yang populer di kalangan pengguna sayap kanan Amerika. Media itu menghilang tak lama setelah serangan terhadap Gedung Kongres Amerika, Capitol Hill. Namun, Senin (15/2), media itu diluncurkan lagi dan mengatakan platform barunya dibangun di atas "teknologi independen yang berkelanjutan."

Dikenal sebagai alternatif Twitter, Parler mengalami kesulitan setelah Amazon mencabut layanan hosting web untuk medsos itu pada 11 Januari karena menolak menghapus unggahan yang memicu kekerasan. Mengutip alasan yang sama, Google dan Apple juga menghapus Parler dari toko mereka.

Dalam pernyataan yang mengumumkan peluncuran kembali itu, Parler mengatakan telah menunjuk Mark Meckler sebagai CEO sementara, menggantikan John Matze yang dipecat oleh dewan bulan ini. Meskipun diluncurkan ulang, situs web itu masih belum terbuka untuk banyak pengguna dan aplikasi tidak tersedia untuk diunduh di toko seluler yang dikelola Apple dan Google, milik Alphabet.

Parler, yang mengatakan pernah memiliki lebih 20 juta pengguna, menyatakan akan memungkinkan penggunanya sekarang kembali online pada minggu pertama dan akan terbuka bagi pengguna baru pada minggu depan. Dibentuk pada 2018, aplikasi itu menetapkan diri sebagai ruang yang "didorong kebebasan berbicara". Parler secara umum menarik kaum konservatif yang tidak setuju dengan aturan seputar konten pada situs media sosial lainnya.

Untuk operasinya, Parler pada Senin (15/2), mengatakan teknologi barunya mengurangi ketergantungannya pada "apa yang disebut Teknologi Besar."

Belum jelas perusahaan mana yang menyediakan layanan web hosting untuk Parler. [ka/ft]

XS
SM
MD
LG