Tautan-tautan Akses

Parlemen Kenya Gempar Setelah Seorang Anggota Bawa Bayinya dalam Persidangan


Parlemen Kenya Gempar Setelah Seorang Anggota Bawa Bayinya dalam Persidangan
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:28 0:00

Pengusiran anggota perempuan dari parlemen Kenya pada Rabu karena membawa bayinya ke sesi sidang telah memicu perdebatan tentang ibu-ibu yang menyusui di tempat kerja. Parlemen Kenya pada 2017 meloloskan sebuah mosi yang mewajibkan pemberi kerja menyediakan ruang aman untuk ibu dan anak.

28903817 Kenya Parliament Mothers
Breastfeeding Lawmaker Provokes Uproar in Kenyan Parliament
DATE: 08/08/2019
BYLINE: Rael Ombuor
DATELINE: Nairobi
INTRO:
Pengusiran anggota perempuan dari parlemen Kenya pada Rabu karena membawa bayinya berusia lima bulan ke sesi sidang telah memicu perdebatan tentang ibu-ibu yang menyusui di tempat kerja. Parlemen Kenya pada 2017 meloloskan sebuah mosi yang mewajibkan pemberi kerja menyediakan ruang aman untuk ibu dan anak. Pendukung RUU ini mengatakan, sedikit kemajuan yang tercapai sejak itu. Laporan Rael Ombuor dibawakan oleh Jimmy.
TEKS:
Drama yang terjadi pada Rabu pagi di parlemen Kenya ketika Zuleika Hassan, seorang anggota perempuan parlemen, masuk ke sesi parlemen dengan bayinya usia lima bulan.
Kehadian ibu dan anak ini menyebabkan sidang parlemen terhenti, sementara beberapa anggota parlemen laki-laki menuntut keduanya meninggalkan ruang sidang.
Pejabat Ketua DPR Christopher Omulele memutuskan bahwa Hassan melanggar tata tertib dan mengarahkan pejabat Sekretariat DPR untuk mengusi Hassan dari ruang sidang.
((CHRISTOPHER OMULELE ACT))
"Meskipun dia sangat ingin merawat anaknya, ini bukan tempatnya dan karena itu saya memerintahkan dia segera pergi, dan dia boleh kembali ke ruang sidang setelah dia memisahkan diri dari anaknya.”
Saida Ali adalah seorang aktivis hak-hak gencer, dan dia berpendapat, Ketua DPR lah yang melanggar tata tertib.
Berbicara kepada reporter setelah pengusiran dirinya, Hassan mengatakan, dia diberi dua opsi pada Rabu, datang untuk bekerja bersama bayinya atau sama sekali tidak datang.
Speaking to reporters after her ejection, Hassan said she had been presented with two options on Wednesday, either come to work with the baby or not show up at all. She chose the latter.

((ZULEIKA HASSAN ACT))
"Komisi layanan parlemen pada 2013 meloloskan peraturan bahwa kami harus punya sebuah ruangan, sebuah tempat penitipan bayi dimana kita bisa melakukan penyusuan, untuk anggota dan staf parlemen, jadi kini kami minta lebih banyak perempuan datang ke parlemen, untuk menciptakan suasana yang lebih ramah keluarga di tempat kerja. Perusahaan-perusahaan melakukannya di Kenya, sayangnya parlemen tidak.”
Parlemen Kenya pada 2017 meloloskan sebuah mosi yang menuntut pemberi kerja menyediakan ruang aman untuk ibu-ibu yang menyusui dan anak-anak mereka. Tetapi baru beberapa perusahaan yang mematuhinya.
XS
SM
MD
LG