Tautan-tautan Akses

Parlemen Inggris Beri Penghormatan Terhadap Anggotanya yang Tewas Dibunuh


Anggota komunitas Anglo-Iran dan pendukung Dewan Nasional Perlawanan Iran mengadakan upacara peringatan untuk anggota parlemen Inggris David Amess di luar Gedung Parlemen di London, Senin, 18 Oktober 2021. (AP Photo/Alberto Pezzali)

Parlemen Inggris, Senin (18/1), akan memberi penghormatan kepada salah satu anggota mereka yang tewas dibunuh, David Amess, sementara polisi kontra-terorisme negara itu sedang menyelidiki apakah aksi tersangka pelaku yang ditangkap dimotivasi oleh ekstremisme Islam.

Anggota parlemen Konservatif Amess, yang berusia 69 tahun, ditikam hingga tewas Jumat pekan lalu ketika ia bertemu dengan komunitas masyarakat di sebuah gereja di Leigh-on-Sea, timur London. Insiden tersebut merupakan serangan kedua terhadap seorang anggota parlemen Inggris hanya dalam waktu lima tahun.

Polisi menahan seorang pria berusia 25 tahun terkait serangan itu. Berdasarkan Undang-Undang Terorisme, polisi bisa memperpanjang penahanan tersangka yang ditangkap pada akhir pekan untuk diinterogasi hingga Jumat mendatang. Pria itu sendiri belum dikenai dakwaan.

Parlemen, yang kembali bersidang, Senin, setelah rehat tiga pekan, akan mengadakan acara khusus pada Senin sore untuk memberi penghormatan kepada Amess. Para anggota parlemen dari seluruh spektrum politik diperkirakan akan hadir mengikutinya.

Anggota komunitas Anglo-Iran dan pendukung Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) menghadiri upacara peringatan untuk memberikan penghormatan kepada anggota parlemen Inggris yang terbunuh, David Amess di depan Gedung Parlemen, Parliament Square.
Anggota komunitas Anglo-Iran dan pendukung Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) menghadiri upacara peringatan untuk memberikan penghormatan kepada anggota parlemen Inggris yang terbunuh, David Amess di depan Gedung Parlemen, Parliament Square.

"Yang benar-benar membedakan dirinya adalah, meski ia tidak setuju dengan orang-orang, ia bersikap lapang dada," kata wakil perdana menteri Dominic Raab kepada radio BBC. "Kami akan merindukannya dan saya, secara pribadi, akan merindukannya," tambahnya sambil menggambarkan Amess -- yang pertama kali terpilih pada 1983 -- sebagai orang yang selalu "sangat baik dan murah hati dengan waktu dan nasihatnya".

Perdana Menteri Boris Johnson akan memimpin acara penghormatan yang diperkirakan akan berlangsung beberapa jam itu, sebelum Ketua DPR Lindsay Hoyle memimpin prosesi para anggota ke kebaktian peringatan di sebuah gereja di halaman Westminster Abbey.

Keluarga Amess mengatakan Minggu malam bahwa hati mereka "benar-benar hancur" dan "mencoba memahami mengapa hal mengerikan ini terjadi". "Singkirkan kebencian dan bekerja menuju kebersamaan," kata mereka dalam pernyataan yang dikeluarkan melalui polisi."Apa pun ras, agama atau keyakinan politik seseorang, bersikaplah toleran dan cobalah untuk mengerti."

Polisi telah menyatakan pembunuhan itu sebagai insiden teroris dan mengatakan mereka sedang menyelidiki kemungkinan motivasinya terkait dengan ekstremisme Islam. Divisi kontra-terorisme Kepolisian Metropolitan London, yang memimpin penyelidikan, mengatakan, Sabtu malam, bahwa mereka sedang menyelidiki tiga alamat di ibukota.

Media-media Inggris, mengutip sumber resmi yang tidak disebutkan namanya, telah mengidentifikasi tersangka sebagai Ali Harbi Ali, warga negara Inggris keturunan Somalia. Mereka melaporkan, ayahnya adalah mantan penasihat perdana menteri di Somalia, pamannya adalah duta besar negara Afrika timur itu untuk China, sementara bibinya menjalankan organisi think tank keamanan di ibu kota yang dilanda perang, Mogadishu. [ab/ka]

Recommended

XS
SM
MD
LG