Tautan-tautan Akses

AS

Trump Memperolok Penuduh Kavanaugh


Presiden Donald Trump menjawab pertanyaan dari media di Taman Bunga Mawar (Rose Garden) Gedung Putih, Washington, D.C., 1 Oktober 2018.

Sementara para senator AS menunggu hasil penyelidikan FBI dan bersiap untuk kemungkinan melakukan pemungutan suara mengenai calon hakim agung pilihan Presiden Donald Trump, Brett Kavanaugh, Trump memanfaatkan sebagian waktu kampanye politiknya untuk memperolok perempuan yang menuduh Kavanaugh pernah melakukan serangan seksual terhadap dirinya.

Penyelidikan FBI dimulai Jumat lalu, satu hari setelah Christine Blasey Ford mengatakan kepada Komisi Kehakiman Senat bahwa Kavanaugh menyerangnya pada sebuah pesta SMA. Kavanaugh dengan marah membantah tuduhan itu dan menuding Partai Demokrat dengan sengaja merancang “pukulan politik” terhadap dirinya.

Di hadapan para pendukungnya, Selasa malam, di Mississippi, Trump dengan sengaja mengejek pengakuan Ford yang menurutnya diwarnai banyak ketidakjelasan. “Bagaimana kau pulang ke rumah? ‘Saya tidak ingat”. “Bagaimana kau bisa sampai ke sana? “Saya tidak ingat,’“ kata Trump.

Ford mengatakan kepada Komisi Kehakiman Senat bahwa ia yakin 100 persen bahwa Kavanaugh lah – yang ketika itu sedang mabuk -- yang menindihnya di ranjang, mengerayanginya, berusaha membuka bajunya, dan membekap mulutnya untuk menghalanginya berteriak minta tolong. Kavanaugh mengatakan, ia tidak pernah menyerang siapapun.

Pengacara Ford, Michael Bromwich, menyebut pernyataan Trump sebagai serangan yang keji, menjijikan dan tidak berperasaaan. “Apakah Trump tahu bahwa Ford, atau korban-korban lain serangan seksual Kavanaugh, sebenarnya takut mengungkapkan semua ini? Ford adalah gambaran keberanian. Trump adalah gambaran kepengecutan.”

Sebelumnya Selasa, kubu Republik dan kubu Demokrat di Senat berselisih pendapat mengenai penyelidikan FBI yang sedang berlangsung, yang diperkirakan akan tuntas Jumat mendatang.

Pemimpin mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan, voting untuk konfirmasi akan dilangsungkan segera setelah para senator dari kedua partai mengevaluasi kesimpulan FBI. Pemimpin minoritas Senat, Chuck Schumer, seorang tokoh Demokrat dari New York, ingin hasil penyelidikan FBI diungkap terlebih dahulu ke publik sebelum pemungutan suara. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG