Kunjungan para kepala juru masak itu hanya berlangsung sepekan, mulai 12 Juli lalu. Tujuan utamanya adalah menelusuri budaya gastronomi Perancis.
Mark Flanagan dari Inggris, Fabrice Desvignes dari Perancis dan koki eksekutif Gedung Putih, Cristeta Comerford, termasuk nama-nama terkenal yang hadir dalam pertemuan yang dipusatkan di Paris itu.
Comerford mengatakan kunjungan itu adalah pertunjukan "diplomasi kuliner". "Di dunia kita, makanan sifatnya menyatukan. Dalam setiap pertemuan makan atau acara makan bersama, kami dapat bertukar ide, bertukar cerita dan ini sebenarnya, bagi kami sebagai juru masak, merupakan cara terbaik untuk menyatukan,” jelasnya.
Awal pekan ini, para juru masak itu bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron dan menjadi tamu dalam parade militer tradisional Hari Bastille Paris di jalan Champs Elysees.
Comerford, bersama dengan Desvignes dan Christian Garcia, kepala juru masak untuk Pangeran Albert dari Monako, berkolaborasi di dapur Kementerian Luar Negeri Perancis untuk menyiapkan makan malam amal.
Duta Besar Perancis untuk Gastronomi, Guillaume Gomez, yang merupakan kepala juru masak istana Elysee sebelum Desvignes, mengatakan, pertemuan di antara para juru masak terkemuka adalah cara untuk mempromosikan suasana yang lebih menyenangkan dalam politik internasional.
"Slogan kami di klub 'Chefs des Chefs' adalah jika politik memecah belah. maka masakan enak di meja makan bisa menyatukan. Tentu saja, kami berharap kita semua memiliki peran untuk dimainkan,” komentarnya.
Para juru masak itu juga berkeliling ke beberapa kota di berbagai provinsi Perancis dan akan tinggal di negara itu hingga Sabtu (17/7). [ab/uh]