Tautan-tautan Akses

AS

Papan Nama 'Trump' Diturunkan dari Hotel Trump di New York


Seorang pejalan kaki melintas di depan Trump World Tower di kawasan Manhattan, di New York, 30 April 2019.

Selama lebih dari dua puluh tahun, Trump International Hotel & Towers telah menjadi landmark kota New York dengan interior mewah dan lambang kuning keemasan. Namun tampilan dan branding itu kini mengalami perubahan.Vladimir Lenski melaporkan dari New York.

Pada 2019, nama Trump telah dihapus dari kompleks gedung-gedung tempat tinggal mewah yang sangat besar di Riverside Boulevard. Warga juga minta agar pelapis emas yang ada di pintu masuk gedung juga dilepas.

Kini bekas Trump Hotel di SoHo, yang juga telah diubah, berupaya keras untuk bertahan, sebagian karena beban politik nama Trump.

“Kita dikenal sebagai negara bagian Demokrat, saya kira sentimen terhadap politik Trump sudah sangat jelas di negara-negara bagian Demokrat. Walhasil, hal ini menimbulkan sedikit dampak terhadap merek Trump,” kata Kepala Investasi di Soriano Global Holdings, Marco Soriano.

Meskipun bertuliskan nama Presiden Trump, gedung-gedung ini bukan milik Donald Trump. Ia hanya memiliki sembilan gedung di Manhattan, New York.

Trump World Tower tampak di kawasan Manhattan di New York, 1 Mei 2019.
Trump World Tower tampak di kawasan Manhattan di New York, 1 Mei 2019.

Menurut situs real estat Street Easy, ada 18 apartemen yang dijual di gedung pencakar langit Trump International di dekat Central Park.

Pada 2018, 12 apartemen di gedung lain – yaitu di Trump Tower yang terletak di Fifth Avenue – dijual. Harga masing-masing apartemen itu turun 15 hingga 20 persen dibanding harga pembelian awal.

Tetapi menurut sebagian pakar investasi, hal itu tidak berarti bahwa gedung Trump tidak menghasilkan uang.

“Anda mungkin mendengar bahwa mereka (keluarga Trump.red) kehabisan uang, bahwa mereka menutup sejumlah toko dan tidak lagi dapat berbisnis. Tetapi angka-angka menunjukkan hal berbeda. Dari kajian dan apa yang saya baca tentang situasi keuangan mereka, posisi keuangan mereka sebenarnya sangat baik,” ujar Soriano.

Meskipun kompleks gedung di Riverside Boulevard telah diubah citranya atau di-rebranding dan nama belakang Trump sudah dicabut, tetapi seluruh pemeliharaan kompleks itu masih dilakukan oleh Trump Organization. Selama bertahun-tahun, warga membayar kepada organisasi yang sama.

Demo memprotes tembok pembatas di depan Trump International Hotel & Tower di New York, 15 Februari 2019.
Demo memprotes tembok pembatas di depan Trump International Hotel & Tower di New York, 15 Februari 2019.

Perusahaan itu tampaknya telah banyak belajar dan mengubah strateginya, dengan meminimalkan penggunaan nama presiden secara harafiah; seperti yang tampak di sisi gelanggang es Central Park yang terkenal.

“Saya kira strategi merek bukan hanya soal logo, ini lebih dari “lihat aku! ini aku! Memperkecil logo mungkin akan membantu. Tetapi nama Trump di gedung-gedung itu sudah menjadi obyek wisata, sehingga saya kira orang tidak akan berhenti datang ke sana. Jika Anda berjalan melewati gedung di mana ia tinggal pun, Anda akan melihat ratusan orang setiap hari berfoto di depannya. Ini pertanda baik atau buruk?,” kata Soriano.

Marco Soriano yakin situasi politik dan ekonomi melewati siklus perkembangan. Meskipun pada saat ini merk Trump sedang melalui masa-masa sulit, hal itu akan berlalu.

“Saya pikir ini merupakan siklus, dan tidak akan menimbulkan dampak. Anak-anak Trump, yang semuanya memiliki pendidikan master dalam bidang bisnis, pasti akan membuat strategi perusahaan yang membantu keluar dari siklus sulit ini. Sebagian strategi perusahaan itu adalah memperkecil logo, tidak terlalu tampil. Ini langkah yang baik. Sekarang semua tentang komunikasi. Bagaimana mengkomunikasikan pesan yang tepat.”

Namun untuk saat ini, nama Trump, setidaknya di Kota New York, tidak memberi dampak positif pada kerajaan real estatnya. [em/jm]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG