Tautan-tautan Akses

Pakistan Serukan Pencabutan Sanksi Terhadap Iran karena Virus Corona


PM Pakistan, Imran Khan mendesak masyarakat internasional untuk mencabut sanksi-sanksi dari Iran. (Foto: dok).

Pakistan, Jumat (20/3) menyatakan ribuan warga negaranya masih terdampar di negara tetangganya, Iran, yang juga berupaya keras mengatasi virus maut corona, dan menyerukan pencabutan sanksi-sanksi internasional terhadap Teheran untuk membantu membendung penyebaran pandemi di kawasan itu.

Para pejabat Iran menyatakan virus corona telah menyebabkan hampir 1.300 orang meninggal dan menjangkiti lebih dari 18 ribu lainnya dalam sebulan ini di negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianush Jahanpur, Kamis (19/3) melalui akun Twitternya mengatakan “50 kasus baru dideteksi setiap jam dan satu kematian tercatat setiap 10 menit” di Iran, membuat negara itu menjadi negara ketiga paling terpukul oleh corona setelah Italia dan China.

“Saya akan mendesak masyarakat internasional untuk mencabut sanksi-sanksi dari Iran,” kata PM Imran Khan kepada wartawan di Islamabad. “Ini sangat kejam karena rakyat Iran menghadapi wabah dalam skala besar-besaran dan masih dikenai sanksi-sanksi internasional pada saat yang bersamaan.”

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Pakistan Shan Mehmood Qureshi, dalam suatu pernyataan hari Jumat, menyebut situasi di Iran “mengerikan.”

“Sanksi-sanksi harus dicabut terhadap Iran dalam situasi berbahaya ini sehingga Iran dapat menggunakan sumberdayanya untuk menyelamatkan nyawa manusia yang berharga,” kata Qureshi. “Kita harus, sebagai pemimpin pada waktu menghadapi tantangan dan kesulitan yang luar biasa besar, menunjukkan belas kasihan sepenuhnya.”

Pakistan menyatakan mayoritas dari sekitar 450 kasus yang telah dikukuhkan adalah warga Muslim Syiahnya yang kembali setelah melakukan perjalanan ke tempat-tempat keagamaan di Iran.

Para pejabat di Islamabad memperkirakan jumlah kasus COVID-19 akan meningkat sewaktu ratusan orang yang kembali dari Iran tetap berada di kamp-kamp karantina karena diduga terjangkit. Sekitar 5.000 orang, di antaranya pelajar, dijadwalkan kembali ke Pakistan dalam bebeapa hari mendatang. [uh/ab]

Lihat komentar (3)

Recommended

XS
SM
MD
LG