Tautan-tautan Akses

Pakistan Buka Kembali Kasus Pembunuhan Mantan Pejabat Intelijen


Kerabat dan teman mengusung keranda yang berisi jenazah mantan pejabat intelijen Pakistan, Khalid Khawaja, yang terbunuh oleh militan tak dikenal, dalam pemakaman di Islamabad, Pakistan, 2 Mei 2010.

Polisi Pakistan membuka kembali penyelidikan pembunuhan terhadap seorang mantan mata-mata, setelah istri mendiang menuduh penyiar berita televisi terkenal berada di balik penculikan suaminya.

Penyiar berita Hamid Mir membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan itu ditujukan untuk membungkam dirinya.

Kasus itu kembali dibuka setelah istri mendiang mantan pejabat intelijen militer Khalid Khawaja, mengajukan keluhan. Khawaja dilaporkan dibunuh oleh kelompok Taliban Pakistan di wilayah suku Waziristan Utara.

Khawaja diduga memiliki hubungan dekat dengan Osama bin Laden di Afghanistan dan juga bekerja sama erat dengan Taliban Afghanistan atas nama badan intelijen tentara Pakistan, ISI. Laporan media mengaitkan Khawaja dengan pembunuhan terhadap wartawan Amerika, Daniel Pearl, di kota pelabuhan Karachi, Pakistan selatan pada 2002.

Mir yang saat ini bergabung dengan stasiun TV Geo Pakistan dan menjadi pembawa acara Capital Talk, membantah keterlibatannya dalam penculikan Khawaja dan mengklaim bahwa tuduhan tersebut bermotif politik.

"Ini kasus tujuh tahun yang lalu. Saya dibebaskan oleh pengadilan pada tahun 2010. Kasus yang sama muncul lagi pada tahun 2017 untuk membungkam suara saya, tapi kasus-kasus palsu tidak bisa membungkam saya," demikian kata Mir melalui cuitan di Twitter.

Menurut laporan di surat kabar The Guardian, ini bukan pertama kalinya Mir dituduh terkait penculikan Khawaja. Sebuah rekaman percakapan telepon antara Mir dan juru bicara Taliban tentang nasib Khawaja muncul pada bulan Mei 2010. Dalam rekaman tersebut, Mir menggambarkan Khawaja sebagai "antek-antek CIA."

Masih dalam rekaman itu, Mir juga menuduh Khawaja "memainkan peran berbahaya dalam pengepungan Masjid Merah 2007" oleh tentara Pakistan yang menewaska Imam Masjid itu dan lebih dari 100 orang. Mir mengatakan rekaman itu palsu.

Mir terkenal setelah mewawancarai Osama bin Laden pada November 2001. Wawancara dilakukan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, di tengah pengeboman hebat Amerika setelah serangan 11 September di New York dan Washington.

Surat kabar Inggris, The Independent, melaporkan bahwa Mir mewawancarai bin Laden dalam tiga kesempatan terpisah. [my]

XS
SM
MD
LG