Tautan-tautan Akses

Pakar: Iran Ingin Hidupkan Kembali Poros Perlawanannya 


Para pendukung Hamas membawa bendera hijau dalam unjuk rasa di KOta Gaza, 14 Februar 2020.

Sejumlah pakar mengatakan berlanjutnya pembahasan mengenai pemulihan hubungan antara pemerintah Suriah dan kelompok militan Palestina, Hamas, adalah bagian dari upaya baru Iran untuk menghidupkan kembali aliansi regional. Iran dan kelompok milisi proksinya di Timur Tengah menyebut aliansi mereka "Poros Perlawanan".

Dalam wawancara baru-baru ini dengan saluran televisi pro-Iran al-Mayadeen, Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran, memuji upaya berkelanjutan Teheran untuk mempertahankan hubungan dengan semua sekutunya.

Nasrallah dalam wawancara itu mengatakan beberapa kali bertemu dengan kepala politbiro Hamas, Ismail Haniyeh, selama kunjungan Haniyeh ke Lebanon pada September lalu. Haniyeh ke Lebanon untuk menghadiri pertemuan sekretaris jenderal faksi Palestina.

Hamas adalah kelompok militan Islam yang menguasai Jalur Gaza. Meskipun menganut ideologi Sunni, Hamas mempertahankan kedekatannya dengan Iran, yang merupakan kekuatan regional Syiah. Selama bertahun-tahun, Hamas memiliki kantor di Ibu Kota Suriah, Damaskus, dan mendapat dukungan dari pemerintah Suriah, sekutu penting Iran lainnya.

Namun, hubungan antara Hamas dan pemerintah Suriah terputus pada 2012, setelah kelompok itu mengecam tindakan keras Damaskus terhadap pengunjuk rasa anti-pemerintah. Para pemimpin Hamas meninggalkan Damaskus atas atas tekanan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Nasrallah dalam pertemuannya baru-baru ini dengan Haniyeh mengatakan mereka membahas perbaikan hubungan antara Damaskus dan Hamas. Ia mengatakan "ada suasana yang sangat positif" dan "hubungan Hamas dengan rezim Suriah akan dipulihkan, meskipun tidak mudah."

Hamas dan Hizbullah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika, sementara Suriah oleh Departemen Luar Negeri AS dianggap sebagai negara yang mensponsori terorisme. [my/ft]

XS
SM
MD
LG