Tautan-tautan Akses

Orang Tua Puji Peraturan Atasi Gaming ‘Tidak Sehat’ untuk Anak-Anak di China


Seorang anak memainkan game "Honor of Kings" yang populer dari platform game China "Tencent" dalam kereta berkecepatan tinggi dari Henan ke Beijing, 15 September 2021. China menetapkan aturan baru yang membatasi waktu yang dapat dihabiskan anak-anak untuk bermain game online.(AP)

China telah menetapkan seperangkat peraturan baru yang membatasi waktu yang dapat dicurahkan anak-anak saat bermain game online. Peraturan baru ini merupakan bagian dari kampanye untuk memastikan orang-orang muda tidak menghabiskan terlalu banyak waktu dalam dunia hiburan. Orang tua menyambut peraturan baru itu, yang membatasi anak-anak di bawah umur bermain tiga jam game online per minggu.

Dua tahun silam, Huang merasa putranya yang ketika itu berusia 13 tahun menjadi sosok yang berbeda sewaktu kecanduan bermain video game. Awalnya, sang putra bergantung pada internet seperti kebanyakan teman sebayanya. Tetapi begitu memasuki masa remaja, putranya beralih ke video game untuk menghilangkan stres, dan lambat laun menjadi kecanduan.

"Ia melihat ke layar ponselnya sewaktu makan, sewaktu bermain dengan teman. Ia selalu melihat ponselnya apapun yang sedang ia lakukan,” jelasnya.

Huang merasa anaknya menjadi lebih tertarik dan bahkan terhanyut oleh ponselnya. Ia sedih karena putranya kemudian menolak mengerjakan PR atau ke sekolah. Ketika di rumah, putranya sering bertengkar dengan orang tuanya, dan pertengkaran itu berlangsung kasar.

Pada Desember 2019, Huang yang tinggal di Kunming akhirnya mengirim putranya ke pusat rehabilitasi kecanduan di Beijing.

Siswa bermain game online di dalam kereta bawah tanah di Beijing, Selasa, 14 September 2021.
Siswa bermain game online di dalam kereta bawah tanah di Beijing, Selasa, 14 September 2021.

Seperti halnya Huang, banyak lagi orang tua di China yang khawatir mengenai kesehatan anak-anak mereka dan berupaya keras untuk menghentikan kecanduan video game. Tetapi itu mungkin tidak perlu lagi.

Berbagai peraturan baru yang diberlakukan terhadap perusahaan-perusahaan game online mulai berlaku awal bulan ini, membatasi waktu hanya tiga jam per minggu untuk bermain game online, masing-masing satu jam antara pukul 20 dan 21 pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Peraturan baru ini merupakan kampanye untuk mencegah anak-anak menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia hiburan yang dianggap tidak sehat oleh otoritas komunis. Ini juga mencakup apa yang disebut para pejabat sebagai “budaya fans yang tidak masuk akal” yakni budaya memuja para pesohor.

Pembatasan ini mencerminkan kekhawatiran yang kian besar terkait kecanduan bermain game di kalangan anak-anak. Salah satu media pemerintah menyebut game online itu sebagai “candu spiritual,” mengacu pada era masa lalu sewaktu kecanduan narkoba meluas di China.

“Remaja adalah masa depan tanah air, melindungi kesehatan fisik dan mental anak-anak di bawah umur berkaitan dengan kepentingan vital rakyat, dan dalam menumbuhkan para pendatang baru dalam era peremajaan nasional,” kata Press and Publication Administration dalam suatu pernyataan yang dilansir bersama dengan peraturan-peraturan baru. Ini mengacu pada kampanye Presiden China Xi Jinping untuk memastikan masyarakat yang lebih sehat demi China yang lebih kuat.

para penggemar game online tengah berselancar di sebuah kafe internet di Beijing, China, 10 September 2021. (Foto: AFP)
para penggemar game online tengah berselancar di sebuah kafe internet di Beijing, China, 10 September 2021. (Foto: AFP)

Tao Ran, pendiri China Adolescent Psychological Development Base, yang berspesialisasi merawat kecanduan internet mengatakan, “Video game mengasingkan mereka dan membuat mereka hidup di dunia internet, dunia digital dan virtual. Sewaktu hidup di dunia virtual, mereka tidak menyelesaikan sekolah, mereka tidak dapat menyesuaikan diri di dunia nyata.”

Anak-anak seperti itu tidak memiliki interaksi sosial dan tidak dapat memiliki kehidupan normal, dan mereka menjadi orang yang tak berguna, kata Tao yang telah hampir 20 tahun merawat anak-anak dengan kecanduan internet atau video game, termasuk putra Huang.

Menurut laporan pemerintah China, pada tahun 2018 diperkirakan satu dari 10 anak-anak di bawah umur kecanduan internet. Tempat-tempat untuk mendiagnosis dan merawat masalah tersebut di kalangan anak-anak pun bermunculan.

Kecanduan yang dialami putra Huang diobati setelah menjalani perawatan selama delapan bulan. Hidupnya kini kembali normal di Kunming.

Tanggung jawab memastikan anak-anak bermain dengan batas waktu tertentu itu sebagian besar terletak pada perusahaan game China seperti NetEase dan Tencent, yang game ponsel populernya, "Honor of Kings", dimainkan oleh puluhan juta orang di negara itu.

Para penggemar game online, tengah bermain di sebuah cafe internet di Beijing, 10 September 2021. (AFP)
Para penggemar game online, tengah bermain di sebuah cafe internet di Beijing, 10 September 2021. (AFP)

Perusahaan seperti Tencent telah membuat sistem registrasi dengan nama asli untuk mencegah para pemain usia muda melampaui batas waktu bermain dan memasukkan pemeriksaan pengenalan wajah yang mewajibkan pengguna untuk memverifikasi identitas mereka.

Berdasarkan registrasi dengan nama asli, perusahaan itu dapat membatasi akses ke pengguna di bawah umur.

Orang tua secara umum merasa senang dengan pemberlakuan peraturan baru. Kelegaan ini antara lain diungkapkan Qiu Fuhua, yang anaknya bermain game Honor of Kings setiap hari setelah mengerjakan PR, dan bisa bermain tujuh hingga delapan jam per hari pada akhir pekan.

Sedangkan Shi, yang juga mendukung pembatasan baru, berpendapat, tanggung jawab akhir terletak pada orang tua. “Kalau Anda tidak ingin mereka membuat kekeliruan, Anda harus bertanggung jawab, memandu langsung mereka, dan memberi mereka energi positif,” kata Shi. [uh/lt]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG