Tautan-tautan Akses

Obama: Kekerasan Terkait Narkoba Dapat Perburuk Hubungan Meksiko-AS


Presiden Barack Obama (tengah), PM Kanada Stephen Harper (kanan) dan Presiden Meksiko Felipe Calderon (kiri) dalam jumpa pers bersama di kebun mawar Gedung Putih (2/4).
Presiden Barack Obama (tengah), PM Kanada Stephen Harper (kanan) dan Presiden Meksiko Felipe Calderon (kiri) dalam jumpa pers bersama di kebun mawar Gedung Putih (2/4).

Obama menyampaikan pesan mengenai hubungan AS-Meksiko setelah pertemuan puncak di Gedung Putih dengan Presiden Meksiko Felipe Calderon dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper, Senin (3/4).

Perang Meksiko melawan komplotan-komplotan narkoba yang saling berperang memperebutkan pasar dekat perbatasan Amerika adalah topik utama dalam pembicaraan ketiga negara tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Presiden Obama mengatakan keluarga-keluarga yang tidak bersalah, termasuk wanita dan anak-anak yang menjadi korban baku tembak jalanan, menjadi masalah bersama. Menurut Obama, kekerasan yang berhubungan dengan narkoba di Meksiko dapat memperburuk hubungan Amerika-Meksiko.

Lebih lanjut Obama mengatakan Amerika Serikat mempunyai tanggung-jawab untuk mengurangi permintaan akan narkoba dan menghentikan arus senjata dan uang tunai menyebrang perbatasan dan memasuki Meksiko.

Presiden Calderon mengatakan Meksiko tidak dapat menghentikan kekerasan tanpa penghentian perdagangan senjata. Ia meminta kepada Amerika Serikat agar memperpanjang larangan senjata penyerang, dengan mengatakan habisnya masa berlaku larangan itu tahun 2004 bertepatan dengan peningkatan kekerasan yang berhubungan dengan narkoba di negaranya.

Kira-kira 50 ribu orang telah tewas sejak tahun 2006, ketika Presiden Calderon mengerahkan tentara ke bagian utara Meksiko untuk menanggulangi komplotan-komplotan narkoba.

Ketiga pemimpin Amerika Utara itu juga berbicara mengenai ekonomi dan perdagangan. Mereka membicarakan perlunya menghapus peraturan yang mereka katakan menghambat perdagangan.
XS
SM
MD
LG