Tautan-tautan Akses

Obama Paparkan Program Penciptaan Lapangan Kerja dalam Pidato Hari Buruh


Pada peringatan Hari Buruh di Milwaukee, negara bagian Wisconsin, Presiden AS Barack Obama mengumumkan program stimulus lewat peningkatan dan perluasan prasarana transportasi AS senilai 50 miliar dolar.

Presiden Amerika Barack Obama menandai liburan Labor Day atau Hari Buruh dengan berpidato di hadapan para anggota serikat pekerja tentang ekonomi.

Dalam kesempatan ini, Presiden Amerika Barack Obama mengumumkan sebuah rencana untuk menggairahkan ekonomi Amerika yang lesu lewat peningkatan dan perluasan infrastruktur transportasi Amerika yang sudah menua.

Presiden Obama mengusulkan sebuah program bernilai 50 miliar dolar AS untuk meremajakan jalan-jalan raya, jalan kereta api dan landasan udara ketika berpidato Senin di hadapan para pemimpin dan anggota serikat buruh di Milwaukee, negara bagian Wisconsin.

Ia mengatakan rencana ini akan melibatkan peremajaan jalan raya sepanjang 240 ribu kilometer dan meningkatkan sistem pengendalian lalu lintas udara guna mengurangi waktu perjalanan dan penundaan penerbangan.

Obama berjanji untuk bekerja sama dengan Kongres guna memastikan rencana ini dibayar sepenuhnya dan tidak akan menambah defisit anggaran. Namun presiden tidak memperinci program lain mana yang akan dipotong atau pajak apa yang akan dinaikkan untuk mendanai program ini. Presiden mengalami tekanan untuk berbuat lebih banyak bagi penciptaan lapangan pekerjaan dan menurunkan tingkat pengangguran di Amerika yang saat ini berkisar sekitar 9,6 persen.

Sebelumnya, dalam pidato mingguannya di hari Sabtu, Obama mengatakan Hari Buruh menjadi momentum untuk mengukuhkan kembali komitmennya kepada para pekerja Amerika, untuk mendorong pemulihan ekonomi. Laporan tenaga kerja terbaru yang keluar Jumat lalu, juga mencatat 54.000 jumlah PHK dan 67.000 pekerjaan baru di sektor swasta tercipta di bulan Agustus.

Walaupun jumlah pekerjaan baru yang tercipta meningkat, tapi jumlah ini tak cukup untuk menahan agar tingkat pengangguran tidak beringsut naik dari posisi 9,5 persen pada bulan Juni dan Juli.

Hari Buruh telah diperingati di Amerika selama lebih dari 100 tahun, dan diperuntukkan untuk merayakan 150 juta tenaga kerja Amerika.

Tetapi, Hari Buruh kali ini menjadi hari suram bagi lebih dari 15 juta warga Amerika yang tetap menganggur. Situasi ketenagakerjaan di Amerika tampaknya tidak akan berbeda, dengan jumlah penganggur sekarang hampir sama dengan pada Hari Buruh tahun lalu.

XS
SM
MD
LG