Tautan-tautan Akses

Netanyahu Kecam Langkah Afrika Selatan Gugat Israel ke Mahkamah Internasional  


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet di pangkalan militer Kirya, yang juga kantor Kementerian Pertahanan Israel, di Tel Aviv, Israel, 24 Desember 2023. (Foto: Ohad Zwigenberg/Pool via Reuters)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet di pangkalan militer Kirya, yang juga kantor Kementerian Pertahanan Israel, di Tel Aviv, Israel, 24 Desember 2023. (Foto: Ohad Zwigenberg/Pool via Reuters)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Minggu (31/12), mengecam langkah Afrika Selatan yang mengajukan gugatan hukum ke Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Afrika Selatan menuding Israel melakukan genosida warga Palestina di Gaza.

"Afrika Selatan, bukan kami yang melakukan genosida, melainkan Hamas. Dan Hamas akan membunuh kita semua jika mereka bisa. Sebaliknya, IDF bertindak dengan cara yang paling bermoral. IDF melakukan segala cara untuk melukai warga sipil, dan Hamas melakukan segala cara untuk melukai mereka, menggunakan mereka sebagai perisai manusia," kata Netanyahu.

Afrika Selatan pada hari Jumat (29/12) meluncurkan gugatan hukum dan meminta mahkamah itu untuk memerintahkan Israel agar menghentikan seluruh serangan yang dilakukan. Ini merupakan langkah pertama yang diajukan ke Mahkamah Internasional terkait perang terbaru Israel-Hamas.

Israel dengan cepat menolak gugatan hukum itu “dengan rasa jijik.”

Afrika Selatan adalah pegecam keras kampanye serangan militer Israel di Gaza. Banyak tokoh di Afrika Selatan, termasuk Presiden Cyrill Ramaphosa, membandingkan kebijakan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat dengan rezim segregasi rasial apartheid di Afrika Selatan pada masa lalu.

Israel menolak tuduhan itu.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas, mengatakan hingga Minggu (31/12) sedikitnya 21.600 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan darat dan udara Israel ke Gaza yang terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah modern.

Tujuh puluh persen korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Serangan ini merupakan balasan terhadap serangan Hamas ke selatan Israel pada 7 Oktober lalu yang menewaskan 1.200 orang dan menculik 240 orang lainnya. [em/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG