Tautan-tautan Akses

PM Israel Hadapi Persaingan Ketat dalam Pemilu


PM Israel, Benyamin Netanyahu, akan bersaing dengan mantan Panglima Militernya, Benny Gantz, dalam pemilu, Selasa, 17 September 2019. (Foto: ilustrasi).
PM Israel, Benyamin Netanyahu, akan bersaing dengan mantan Panglima Militernya, Benny Gantz, dalam pemilu, Selasa, 17 September 2019. (Foto: ilustrasi).

Rakyat Israel, Selasa ini (17/9) memberikan suara dalam pemilihan umum, di mana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghadapi tantangan dari mantan panglima militernya, Benny Gantz.

Berbagai jajak pendapat menunjukkan persaingan begitu ketat dalam pemilu Selasa ini. Dukungan terhadap Likud, partai Netanyahu yang berhaluan kanan, berimbang dengan partai tengah Biru dan Putih pimpinan Gantz. Keduanya diperkirakan tidak akan meraih mayoritas di Knesset, parlemen Israel yang beranggotakan 120 orang. Sepuluh partai diperkirakan akan meraih kursi di parlemen.

Ini kemungkinan membuat Avigdor Lieberman, mantan menteri pertahanan yang pernah menjadi sekutu Netanyahu dan kini menjadi pesaingnya, sebagai penentu dalam membentuk pemerintah koalisi. Lieberman, pemimpin partai Israel Beitenu, dapat melipatgandakan perolehan kursinya dari lima menjadi 10. Slogan kampanyenya adalah “membuat Israel normal lagi,” moto yang dimaksudkan untuk memerangi apa yang ia sebut sebagai pengaruh partai-partai ultra-Ortodoks Israel yang tidak semestinya terhadap kehidupan politik di negara itu.

Netanyahu melakukan kampanye terakhirnya hari Senin (16/9) dengan mengatakan jika dia kembali menang pemilu, ia akan menganeksasi semua permukiman Yahudi di Tepi Barat meskipun ada protes dari pemimpin Palestina.

Ia mengatakan kepada Radio Mililiter Israel bahwa ia berniat untuk meluaskan kedaulatan ke seluruh permukiman dan blok-blok permukiman, termasuk lokasi-lokasi yang memiliki kepentingan keamanan maupun penting untuk warisan Israel.”

Netanyahu, pemimpin Israel yang paling lama menjabat, menghadapi pertarungan politik terberatnya untuk memenangkan masa jabatan ke-lima, meskipun ia menghadapi tuduhan korupsi. Israel melakukan pemilihan nasional dalam waktu kurang dari enam bulan, karena Netanyahu tidak dapat meraih mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan setelah pemilu bulan April.

Gantz sendiri telah mengajukan dirinya sebagai alternatif terhormat untuk Netanyahu. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG