Tautan-tautan Akses

AS

Negara Bagian Virginia Hapus Hukuman Mati


Sebuah kendaraan yang membawa jasad penembak jitu John Allen Muhammad berangkat dari Pusat Pemasyarakatan Greensville di Jarratt, Virginia, 10 November 2009. Muhammad dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Dean Harold Meyers. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Virginia, Rabu (24/3), menjadi negara bagian pertama di selatan Amerika Serikiat yang menghapus hukuman mati dan tercatat sebagai negara bagian ke-23 yang mengakhiri hukuman itu.

Gubernur Ralph Northam, yang berasal dari Partai Demokrat, menandatangani undang-undang yang mencabut hukuman mati di Virginia, dan mengatakan langkah ini “merupakan (kewajiban) moral untuk melakukan hal ini.”

Virginia adalah negara bagian pertama di selatan yang membentuk Konfederasi semasa Perang Saudara di Amerika antara 1861-1865 yang menghapus hukuman mati.

Dibandingkan dengan 50 negara bagian lain di AS sejak negara bagian ini didirikan sebagai koloni pada awal 1.600an, Virginia telah melakukan lebih banyak eksekusi, yaitu hampir 1.400 eksekusi,

Pemandangan penjara sebelum eksekusi John Allen Muhammad di Pusat Pemasyarakatan Greensville di Jarratt, Virginia, 10 November 2009. Muhammad dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Dean Harold Meyers. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Pemandangan penjara sebelum eksekusi John Allen Muhammad di Pusat Pemasyarakatan Greensville di Jarratt, Virginia, 10 November 2009. Muhammad dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Dean Harold Meyers. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Northam menandatangani rancangan undang-undang (RUU) yang mengakhiri hukuman mati itu di Pusat Pemasyarakatan Greensville di Jarratt, Virginia, yang memiliki ruang eksekusi mati.

Sejak dibuka pada 1991, sudah 102 orang dieksekusi mati di Greensville. Hukuman mati terakhir dilakukan di Virginia pada 2017.

“Menandatangani undang-undang baru ini merupakan hal yang tepat untuk dilakukan,” ujar Northam. Ditambahkannya, “merupakan (kewajiban) moral untuk mengakhiri hukuman mati di Virginia.”

“Banyak hal membanggakan dalam sejarah Virginia, tetapi tidak sejarah tentang hukuman mati,” tegasnya.

Northam menggambarkan penggunaan hukuman mati di Virginia sebagai hal yang “secara fundamental cacat” dan bias rasial.

“Virginia telah mengeksekusi orang-orang yang tidak bersalah, dan terdakwa kulit hitam telah dihukum mati secara tidak proporsional,” tambahnya. “Kita tahu bahwa sistem tidak selalu benar. Kita tidak dapat memberikan hukuman maksimal tanpa 100 persen yakin bahwa kita benar.”

Northam mengatakan pada abad ke-20, 296 dari 377 terdakwa yang dieksekusi di Virginia karena kasus pembunuhan, berkulit hitam.

Ia merujuk beberapa kajian yang memperoleh temuan bahwa seorang terdakwa tiga kali lebih besar berpotensi dijatuhi hukuman mati jika korbannya berkulit hitam, dibanding jika korbannya berkulit putih.

Darick Lane dan putranya Desmond Lane memegang lilin di luar penjara sebelum eksekusi John Allen Muhammad di Pusat Pemasyarakatan Greensville di Jarratt, Virginia, 10 November 2009. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Darick Lane dan putranya Desmond Lane memegang lilin di luar penjara sebelum eksekusi John Allen Muhammad di Pusat Pemasyarakatan Greensville di Jarratt, Virginia, 10 November 2009. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

“Ini tidak adil,” ujar Northam. “Hukuman mati diterapkan secara berbeda berdasarkan siapa Anda.”

Dengan suara 57 banding 41, The Virginia House of Delegates bulan lalu memutuskan untuk mengakhiri hukuman mati, dua hari setelah Senat negara bagian itu menyetujui RUU serupa.

Sejak Mahkamah Agung Amerika memberlakukan kembali hukuman mati pada 1976, Virginia telah melakukan hukuman mati terbanyak kedua setelah Texas.

Virginia, yang saat Perang Saudara merupakan ibu kota kelompok yang mendukung perbudakan, telah melakukan banyak penggantungan atau lynching warga Amerika keturunan Afrika.

Hukuman mati terhadap dua tahanan yang saat ini berada dalam antrean hukuman di Virginia, akan diubah menjadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan banding.

Hukuman mati telah dihapus di 23 negara bagian. Sementara tiga negara bagian lainnya – yaitu California, Oregon dan Pennsylvania – telah memberlakukan moratorium hukuman mati.

Secara keseluruhan negara-negara bagian di Amerika menjatuhkan tujuh hukuman mati tahun lalu. Banyak yang menangguhkan pelaksanaan hukuman mati ini karena pandemi virus corona.

Di saat bersamaan mantan presiden Donald Trump memberlakukan kembali eksekusi hukuman mati dan menjatuhkan hukuman mati pada 13 orang antara Juli 2020 hingga berakhirnya masa jabatan pada 20 Januari 2021. Penggantinya, Presiden Joe Biden, telah bertekad akan menghapus hukuman mati. [em/jm/pp]

XS
SM
MD
LG