Tautan-tautan Akses

Muslim Bulgaria Gelar Ritual Pernikahan Musim Dingin yang Mewah


Pengantin Muslim Bulgaria Kimile Avdinova dan pengantin prianya Kadri Kichukov menyambut tamu selama upacara pernikahan mereka di Desa Ribnovo, di Pegunungan Rhodope, Bulgaria, 2 Januari 2022. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)

Seorang perempuan muda Muslim Bulgaria tampak tenang sementara perias memoles wajahnya. Gambar bunga dan aneka motif dilukis di wajahnya. Sementara itu, sekelompok muda-mudi bersiap menampilkan tarian tradisional. Inilah pesta upacara pernikahan yang dilarang semasa pemerintahan komunis dan hingga kini dipertahankan Muslim Bulgaria.

Upacara tradisi pernikahan bagi Muslim Bulgaria yang hanya ada pada musim dingin itu hingga kini mampu bertahan meskipun selama puluhan tahun berada di bawah penganiayaan rezim komunis.

Kita bisa menyaksikan tradisi itu dalam komunitas Muslim yang umumnya tinggal di Ribnovo, desa yang terletak di pegunungan di wilayah barat daya Bulgaria.

Pemuda Muslim Bulgaria membawa mahar saat upacara pernikahan Muslim Bulgaria Fikrie Bindzheva dan Azim Liumankov di Desa Ribnovo, di Pegunungan Rhodope, 15 Februari 2015. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)
Pemuda Muslim Bulgaria membawa mahar saat upacara pernikahan Muslim Bulgaria Fikrie Bindzheva dan Azim Liumankov di Desa Ribnovo, di Pegunungan Rhodope, 15 Februari 2015. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)

Ritual pernikahan itu hidup kembali di kalangan Pomaks, etnis Slavia yang memeluk Islam di bawah pemerintahan kekalifahan Ustman.

Puncak upacara itu adalah melukis wajah pengantin perempuan dalam ritus pribadi. Ritual ini hanya terbuka bagi mertua perempuan. Wajah mempelai perempuan dipupuri cat putih kapur tebal. Di atas dasar putih itu kemudian dihias bentuk bunga dan dipasang manik-manik berwarna-warni.

Mengenakan celana baggy dan korset, mempelai perempuan Kimile Avdinova kemudian dihadirkan oleh calon suaminya, Kadri Kichukov, di depan rumahnya.

“Puncak upacara (pernikahan) ini adalah ketika pengantin perempuan akan dibawa ke rumah pengantin pria. Sekelompok perempuan akan merias wajahnya supaya ketika dia pergi ke rumah pengantin pria, mempelai perempuan ini tidak menengok ke belakang," papar Wali Kota Ribnovo Mustafa Isa.

Muslimah Bulgaria menyaksikan para tamu menari di upacara pernikahan Kimile Avdinova dan pengantin prianya Kadri Kichukov di Desa Ribnovo, di Pegunungan Rhodope, Bulgaria, 2 Januari 2022. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)
Muslimah Bulgaria menyaksikan para tamu menari di upacara pernikahan Kimile Avdinova dan pengantin prianya Kadri Kichukov di Desa Ribnovo, di Pegunungan Rhodope, Bulgaria, 2 Januari 2022. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)

"Tujuannya adalah, dengan bantuan Yang Mahakuasa, mempelai tidak akan pernah berpikir untuk pulang, karena pada akhirnya, pernikahan persis seperti itu, seseorang menjalani kehidupan baru dengan orang yang mereka kasihi," lanjutnya.

Sehari sebelum upacara, keluarga mempelai perempuan secara tradisional menampilkan mas kawin yang diterima putri mereka. Mas kawin ini umumnya berupa selimut quilt buatan tangan, seprai, celemek, kaus kaki, karpet, dan permadani. Penduduk dari desa lain akan datang untuk memeriksa barang-barang persembahan itu.

Di Desa Ribnovo kini semakin jarang ditemui pemuda. Mereka umumnya memilih meninggalkan desa untuk mencari pekerjaan di luar wilayah tempat tinggal mereka, bahkan di luar negeri. Namun begitu, Walikota Mustafa Isa mengatakan upacara pernikahan musim dingin tradisional terus berkembang.

“Pernikahan tradisional di Ribnovo selalu terjadi seperti ini. Dihidupkan kembali setelah jatuhnya komunisme, tradisi ini mulai berkembang. Selama masa komunis, musik kami, upacara keagamaan, dan kostum yang dikenakan orang-orang di Ribnovo semuanya dilarang. Ini adalah hambatan bagi kami untuk hidup dengan kebiasaan dan tradisi kami. Tetapi dalam 30 tahun ini, semuanya berjalan dengan baik. Ini sangat bagus," kata Mustafa Isa.

Pengantin Muslim Bulgaria Kimile Avdinova sedang dirias menjelang upacara pernikahannya di Desa Ribnovo, di Pegunungan Rhodope, Bulgaria, 2 Januari 2022. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)
Pengantin Muslim Bulgaria Kimile Avdinova sedang dirias menjelang upacara pernikahannya di Desa Ribnovo, di Pegunungan Rhodope, Bulgaria, 2 Januari 2022. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)

Orang-orang Pomaks di Ribnovo dikenal di seluruh Bulgaria terutama karena tradisi upacara pernikahan musim dinginnya. Mereka juga terkenal akan ritual sunat massal yang semarak dan meriah, yang diadakan sehari sebelum datangnya bulan puasa Ramadan.

Selain dua upacara itu, ada tradisi lain di Ribnovo. Setahun sekali, para ayah menggendong anak laki-laki mereka yang mengenakan pakaian upacara tradisional, naik ke atas kuda yang dihias. Upacara itu menandai peneguhan awal agama mereka dan langkah menuju kedewasaan.

Islam di Bulgaria adalah agama minoritas namun agama terbesar kedua di negara itu setelah Kristen. Menurut Sensus 2011, jumlah total Muslim di Bulgaria lebih dari 577 ribu, setara dengan 7,8% dari populasi. Menurut perkiraan 2017, jumlah Muslim di negara itu 15% dari populasi. [ka/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG