Tautan-tautan Akses

Mugabe Berusaha Persatukan Partai yang Terpecah


Presiden Robert Mugabe pada pidato kenegaraan di Harare, 6 Desember lalu (foto: dok).

Kepala pemerintahan tertua Afrika, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, mengatakan ia tidak berencana untuk meletakkan jabatan dalam waktu dekat.

Hari Jumat, Presiden Robert Mugabe menyatakan gusar karena ada dua kelompok dalam partai ZANU-PF yang dipimpinnya, yang menyerukan agar ia mengundurkan diri.

Berbicara dalam pembukaan konferensi tahunan partai ZANU-PF di Masvingo, sekitar 300 kilometer selatan Harare, pemimpin berusia 92 tahun itu menyerukan agar partai bersatunya menjelang pemilu Zimbabwe berikutnya tahun 2018.

Dalam partai ZANU-PF yang dipimpin Mugabe, ada dua fraksi yang ingin menggantikannya.

Mugabe menuduh kedua fraksi itu menggunakan media sosial untuk saling menyerang yang lain, dan mengatakan, “Kita tidak boleh menyelesaikan masalah melalui Facebook dan Twitter.”

“Ada kultur baru indisiplin dalam partai di kalangan sebagian anggota yang hadir dalam acara ini. Mereka seenaknya melakukan apa yang mereka inginkan. Ada pembangkangan dan arogansi.”

Dalam bahasa Shona, Mugabe mengatakan bahwa ada sebagian anggota yang tidak lagi menyukai Mugabe. Kepada mereka itu Mugabe bertanya, "Apa yang kalian ingin lakukan?"

Dalam ZANU-PF adalah hampir tabu untuk membahas siapa yang akan menggantikan Mugabe, yang telah memimpin negara sejak kemerdekaan dari jajahan Inggris tahun 1980.

Tetapi dengan perekonomian Zimbabwe yang ambruk dan tidak menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, dan presiden yang akan berumur 93 tahun bulan Februari mendatang, pembicaraan mulai muncul mengenai siapa yang akan menggantikannya, meskipun Mugabe sendiri tidak mau mendengarnya. [ds]

XS
SM
MD
LG