Tautan-tautan Akses

Mobil Listrik, Bahan Bakar Ramah Lingkungan Ancam Permintaan Minyak


Petugas SPBU Pertamina sedang mengisi bensin ke sebuah mobil, 17 November 2014.

Kendaraan listrik dan teknologi bahan bakar yang lebih efisien akan mengurangi permintaan minyak dari sektor transportasi pada 2040.

Tapi dunia masih dalam menghadapi krisis pasokan tanpa investasi yang cukup untuk mencari produksi minyak baru, kata International Energy Agency (IEA) pada Selasa (13/11).

Permintaan minyak diperkirakan tidak akan mencapai puncak sebelum 2040, kata IEA dalam laporan tahunan "Proyeksi Energi Dunia 2018", seperti yang dikutip dari Reuters.

Proyeksi utama IEA adalah permintaan diperkirakan tumbuh sekitar rata-rata 1 juta barel per hari (bph) setiap tahun sampai 2025, sebelum stabil pada level 250 ribu bph, hingga 2040 ketika produksi mencapai puncak menjadi 106,3 juta bph.

“Dalam skenario kebijakan baru, permintaan pada 2040 telah direvisi naik lebih dari 1 juta bph dibandingkan dengan prospek tahun lalu terutama karena pertumbuhan jangka pendek yang lebih cepat dan perubahan kebijakan efisiensi bahan bakar di Amerika Serikat,” kata lembaga tersebut.

IEA meyakini akan ada sekitar 300 juta kendaraan listrik yang mulai beroperasi pada 2040, tidak ada perubahan pada proyeksinya setahun yang lalu.

Namun sekarang memperkirakan kendaraan tersebut akan mengurangi permintaan sebesar 3,3 juta barel per hari, naik dari perkiraan sebelumnya 2,5 juta barel per hari dalam laporan Proyeksi Energi Dunia terakhir.

Jeff Solie sedang mengisi baterai mobil sedan listrik Tesla di rumahnya di New Berlin, 13 Juli 2017.
Jeff Solie sedang mengisi baterai mobil sedan listrik Tesla di rumahnya di New Berlin, 13 Juli 2017.

Permintaan bahan bakar minyak untuk transportasi diperkirakan akan mencapai 44,9 juta bph pada 2040, naik dari 41,2 juta bph pad 2017. Permintaan industri dan petrokimia diperkirakan akan mencapai 23,3 juta bph pada 2040, dari 17,8 juta bph pada 2017.

Semua pertumbuhan permintaan minyak global akan berasal dari negara berkembang yang dipimpin oleh China dan India, sementara permintaan di negara maju akan turun lebih dari 400 ribu bph rata-rata setiap tahun hingga 2040, kata IEA seperti yang dikutip Reuters.

IEA, yang memberikan saran kepada pemerintah Barat tentang kebijakan energi, mempertahankan proyeksi untuk pertumbuhan kendaraan global hingga hampir dua kali lipat pada 2040 dari saat ini, tumbuh 80 persen menjadi 2 miliar.

Dari sisi pasokan, Amerika Serikat, yang sudah menjadi produsen terbesar dunia, akan mendominasi pertumbuhan produksi hingga 2025, dengan peningkatan sebesar 5,2 juta bph, dari tingkat saat ini sekitar 11,6 juta bph. [vp/ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG