Tautan-tautan Akses

Mitra-Mitra AS Khawatirkan Kebuntuan dengan Sisa-Sisa ISIS


Para tahanan yang diduga anggota kelompok militan ISIS di dalam sel penjara di Hasaka, Suriah, 7 Januari 2020. (Foto: Reuters)
Para tahanan yang diduga anggota kelompok militan ISIS di dalam sel penjara di Hasaka, Suriah, 7 Januari 2020. (Foto: Reuters)

Kelompok teror ISIS tampaknya mengeksploitasi celah keamanan di Suriah dan Irak untuk memposisikan kembali pasukannya dan berusaha memicu peningkatan kekerasan yang menghidupkan kembali petarung dan pendukung.

Para pejabat dari pasukan yang didukung Amerika di Suriah timur laut mengatakan kepada VOA bahwa gelombang kekerasan baru-baru ini di seluruh wilayah itu, terkait dengan masuknya pejuang ISIS dari daerah-daerah yang secara nominal berada di bawah kendali Presiden Suriah Bashar al-Assad serta dari negara tetangga Irak. Sejumlah serangan itu termasuk serangan terhadap pegawai negeri dan pembunuhan bergaya eksekusi di kamp pengungsi al-Hol.

Penilaian mitra-mitra AS di lapangan itu konsisten dengan temuan Washington sendiri dalam beberapa bulan terakhir, yang memperingatkan bahwa petarung dan operator ISIS menikmati kebebasan bergerak di sebagian besar Suriah sambil mencari cara untuk membentuk lingkungan demi keuntungan kelompok teror itu.

“ISIS belum habis,” kata Mazloum Abdi, komandan umum Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS, kepada VOA Seksi Bahasa Kurdi.

SDF telah menanggapi dengan kampanyenya sendiri, menggunakan dukungan udara dan intelijen dari koalisi pimpinan AS untuk melacak dan melenyapkan pejuang ISIS.

Abdi mengatakan kepada VOA bahwa operasi tersebut telah mengakibatkan banyak penangkapan.

Satu sel ISIS, yang dituduh melakukan penculikan dan pemenggalan dua wanita yang bekerja untuk Administrasi Otonomi Suriah Utara dan Timur yang berpihak pada SDF, hampir musnah, katanya. Personel SDF membunuh empat dari tersangka penyerang dan menangkap yang kelima, meskipun yang lain berhasil melarikan diri. [lt/ft]

XS
SM
MD
LG