Tautan-tautan Akses

Militer Zimbabwe Sangkal Ambil Alih Kekuasaan


Tentara berjaga-jaga di samping kendaraan militer di luar Kota Harare, Zimbabwe, 14 November 2017.

Militer Zimbabwe, Rabu (15/11) mengatakan pihaknya tidak melakukan pengambilalihan kekuasaan secara militer. Pihak militer juga mengatakan bahwa Presiden Robert Mugabe dan keluarganya dalam keadaan aman.

“Kami hanya menyasar penjahat di sekitar Mugabe yang melakukan kejahatan yang menyebabkan penderitaan sosial dan ekonomi, untuk mengadili mereka,” kata militer dalam pernyataan melalui televisi nasional.

Pengumuman dikeluarkan setelah saksi mata melaporkan sekurangnya tiga ledakan dan tembak menembak seru di Harare, Rabu pagi.

Saksi mata juga mengatakan tentara dan kendaraan militer tampak di jalan-jalan Rabu pagi setelah tentara mengambil alih badan penyiaran pemerintah, ZBC. Penduduk setempat mengatakan, video musik dimainkan menggantikan siaran berita pukul 11 malam.

Juru bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Harare mengatakan kepada VOA jalan-jalan tampak tenang Selasa malam dan tidak ada penampakan kendaraan militer yang dikukuhkan. Kedutaan memperingatkan warga Amerika melalui websitenya agar mereka berlindung di tempat tinggal dan bekerja dari rumah. Ditambahkan kedutaan akan menggunakan staf minimal dan tutup untuk umum.

Selasa (14/11), partai pemerintah Zimbabwe, ZANU-PF, menuduh panglima tentara berperilaku penghianat setelah mengancam akan campur tangan dalam urusan politik negara itu.

Pernyataan itu dikeluarkan ditengah-tengah kekhawatiran bahwa tentara mungkin bertindak untuk menyingkirkan presiden Robert Mugabe.

Saksi mata melaporkan tank dan kendaraan lapis baja bergerak di jalan-jalan di luar Harare. Namun Harare tenang dan kedutaan-kedutaan besar tidak mengeluarkan peringatan keamanan untuk warga mereka. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG