Tautan-tautan Akses

Militer Filipina: Pemimpin Militan “Kemungkinan Besar” Tewas di Marawi


Tentara pemerintah melewati gedung-gedung dan bangunan yang hancur di Datu Sa Dansalan di Kota Marawi, selatan Filipina, 17 Oktober 2017.

Pihak militer Filipina mengatakan Kamis (19/10), seorang pemimpin militan berkebangsaan Malaysia yang ditunjuk menjadi kepala operasi di Asia Tenggara, “kemungkinan besar “ telah tewas dalam pertempuran semalam.

Dua puluh pemberontak dari pendukung ISIS yang masih tersisa dan bersembunyi di jantung Kota Marawi, tewas dalam pertempuran baru-baru ini. Mahmud Ahmad kemungkinan termasuk di antara militan yang tewas, kata Kolonel Romeo Brawner, Wakil Komandan gugus tugas militer.

“Kemungkinan besar Dr Mahmud berada di antara militan yang tewas,” kata Brawner kepada para wartawan. “Tapi kami baru bisa memastikan setelah ada kecocokan pada sampel DNA, mungkin dari catatan gigi.”

Bila terbukti, kematian Mahmud akan menjadi tamparan bagi upaya ISIS, yang terdesak di Suriah dan Irak, untuk membangun operasi di Mindanao. Mindanao sudah terkenal dengan sejarah pemberontakan dan dihuni oleh warga minoritas Muslim di Filipina yang berpenduduk mayoritas Katolik.

Pengepungan Marawi adalah krisis keamanan Filipina terbesar dalam beberapa tahun. Namun beberapa pakar melihatnya sebagai awal dari upaya yang lebih ambisius dari kelompok-kelompok militan untuk memanfaatkan kemiskinan Mindanao. Kelompok militan juga menggunakan alam pulau tersebut yang dipenuhi hutan rimba dan gunung untuk pusat latihan, perekrutan dan melancarkan serangan-serangan ke wilayah tersebut.

Angkatan Bersenjata Filipina dalam pernyataannya mengatakan 13 militan terbunuh semalam dan tujuh tewas pada Senin pagi.

Dua tawanan diselamatkan dan infromasi yang mereka berikan membuat pejabat berwenang “semakin yakin” bahwa Mahmud telah tewas.

Mantan dosen universitas berusia 39 tahun ini diyakini memiliki peran penting dalam menggalang dan menyalurkan pendanaan untuk aliansi dan pejuang asing selama pendudukan selama 150 hari. Sekitar 1.000 orang tewas, kebanyakan kaum pemberontak. Marawi Tengah telah rata oleh serangan udara yang dilancarkan pemerintah.

Beberapa pakar mengatakan Mahmud bisa menjadi “emir” ISIS di Asia Tenggara, setelah kematian Isnilon Hapilon pada Senin. Isnilon adalah kepala aliansi yang berusaha mendirikan negara Islam “Wilaya” di selatan Filipina. [fw/au]

XS
SM
MD
LG