Tautan-tautan Akses

Militan ISIS Tingkatkan Serangan di Wilayah Timur dan Tengah Suriah


Beberapa warga datang ke wilayah Desa Barisha di Idlib, Suriah, yang hancur akibat operasi militer yang dijalankan oleh AS dalam sebuah serangan yang menarget ketua dari kelompok teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, pada 27 Oktober 2019. (Foto: AP/Ghaith Alsayed)
Beberapa warga datang ke wilayah Desa Barisha di Idlib, Suriah, yang hancur akibat operasi militer yang dijalankan oleh AS dalam sebuah serangan yang menarget ketua dari kelompok teroris ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, pada 27 Oktober 2019. (Foto: AP/Ghaith Alsayed)

Gerilyawan yang berafiliasi dengan kelompok teroris ISIS telah meningkatkan serangannya di wilayah bagian timur dan tengah Suriah dalam beberapa hari terakhir, demikian menurut laporan kantor berita lokal.

Kantor berita setempat North Press Agency melaporkan setidaknya dua tentara pemerintah Suriah tewas dalam serangan yang diduga dilakukan militan ISIS di dekat kota kuno Palmyra di Suriah tengah pada Senin (1/11).

Para militan dilaporkan menargetkan pos pemeriksaan yang dijaga oleh tentara Suriah dari Divisi 4, dengan bersembunyi di balik kendaraan militer yang mereka rampas.

Laporan berita lokal mengatakan setidaknya tujuh tentara pemerintah Suriah dan milisi yang didukung oleh Iran tewas dua hari sebelumnya dalam dua serangan terpisah yang digencarkan oleh ISIS di Suriah timur.

Militan ISIS terus melakukan serangan besar-besaran terhadap lawan-lawannya di Suriah dan Irak, meskipun kelompok tersebut telah kehilangan hampir semua daerah yang pernah mereka kuasai.

Kelompok ini sangat aktif bergerilya di gurun Badia Suriah, wilayah yang dikendalikan oleh pasukan pemerintah, milisi yang didukung Iran dan Rusia di Suriah tengah.

Rusia dan Iran adalah dua pendukung utama pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

“Badia adalah daerah yang sangat menarik di Suriah saat ini,” kata Rami Abdulrahman, direktur organisasi Pengamat Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

“Gurun Ini menghubungkan daerah-daerah yang dikuasai rezim dengan yang dikendalikan oleh kelompok-kelompok yang didukung Turki di bagian utara dan barat Suriah,” katanya kepada VOA. “Jadi militan ISIS dapat berkeliaran di antara dua daerah dan berhasil menghindari serangan udara Rusia.”

Menanggapi peningkatan aktivitas ISIS di daerah itu, pesawat Rusia, pada Senin (1/11) melancarkan setidaknya 15 serangan udara terhadap tempat persembunyian yang diyakini milik kelompok militan tersebut, demikian menurut Pengamat Suriah. [my/jm]

XS
SM
MD
LG