Tautan-tautan Akses

Milisi Pro-Pemerintah Irak Gunakan Senjata Bantuan untuk Lakukan Kejahatan


Milisi Pro-Pemerintah Irak di Daraa, Suriah, 13 Desember 2011 (Foto: dok).

Organisasi HAM Amnesty International menyatakan milisi-milisi yang didominasi Muslim Syiah itu secara bersama dikenal sebagai Hashid Shaabi, melakukan kejahatan perang menggunakan senjata dari persediaan militer Irak.

Sebuah laporan Amnesty International yang dilansir, Kamis (5/1) menyebutkan milisi-milisi yang bersekutu dengan pasukan Irak melakukan kejahatan perang dengan senjata yang diberikan untuk militer Irak oleh sedikitnya 16 negara, termasuk Amerika, Rusia dan Iran.

Organisasi HAM itu menyatakan milisi-milisi yang didominasi Muslim Syiah itu secara bersama dikenal sebagai Hashid Shaabi. Amnesty menyatakan mereka melakukan kejahatan perang seperti pembunuhan sewenang-wenang dan penyiksaan, menggunakan senjata dari persediaan militer Irak, sebut kelompok itu.

“Pemasok senjata internasional, termasuk Amerika, negara-negara Eropa, Rusia dan Iran, harus menyadari fakta bahwa semua kiriman senjata ke Irak berisiko jatuh ke tangan kelompok-kelompok milisi yang punya sejarah pelanggaran HAM,” kata peneliti Amnesty Patrick Wilcken dalam suatu pernyataan.

Wilcken menambahkan bahwa negara-negara yang ingin menjual senjata ke Irak harus lebih dulu memberlakukan langkah-langkah ketat guna memastikan milisi tidak dapat menggunakan senjata itu untuk melanggar HAM.

Amnesty menyatakan temuan-temuannya itu didasarkan pada penelitian di lapangan selama 2,5 tahun serta analisis foto dan video. Organisasi ini juga melakukan wawancara dengan puluhan mantan tahanan, saksi mata dan kerabat mereka yang tewas atau hilang. Seorang juru bicara Hashid Shaabi tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari laporan tersebut. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG