Tautan-tautan Akses

Migran Haiti Mencari Berbagai Cara Mencapai Perbatasan AS-Meksiko


Migran Haiti menyeberangi bendungan dari Meksiko untuk memasuki Del Rio, Texas, Amerika Serikat, Sabtu, 18 September 2021. (AP Photo/Eric Gay)

Ribuan migran dari Haiti dan sebagian lagi dari Kuba dan Afrika terus mencari cara untuk mencapai perbatasan AS-Meksiko, Sabtu (18/9). Jumat dini hari (17/9) lebih dari 500 orang diturunkan dari bus yang membawa mereka ke kota perbatasan Reynosa, Tamaulipas. Kota itu terletak di tepi selatan Rio Grande yang memisahkan Amerika dan Meksiko.

Para migran seperti Wiston Demeille memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke perbatasan AS-Meksiko dengan berjalan kaki. “Bagi kami ini sangat sulit,” kata Demeille, yang telah menempuh perjalanan selama enam setengah bulan sejak meninggalkan Haiti. “Tidak semua orang itu orang baik. Ada juga yang jahat, dan mereka menipu kami di negara lain juga, mereka mengambil uang kami juga. Kami menghadapi bencana.”

Petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS berusaha menahan para migran saat mereka menyeberangi Rio Grande dari Ciudad Acuña, Meksiko, ke Del Rio, Texas, Minggu, 19 September 2021.
Petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS berusaha menahan para migran saat mereka menyeberangi Rio Grande dari Ciudad Acuña, Meksiko, ke Del Rio, Texas, Minggu, 19 September 2021.

Migran Haiti yang berusaha keluar dari kemiskinan, kelaparan dan perasaan putus asa di negara asal mereka berharap untuk tiba di Ciudad Acua, Coahuila, yang berbatasan dengan Texas, di mana sebuah gereja Kristen dikatakan membantu mereka meminta suaka.

Warga Haiti telah menyeberangi Rio Grande antara kota Meksiko Ciudad Acua dan kota Del Rio di Amerika Serikat selama seminggu terakhir. Aliran migran dengan jumlah stabil itu menyeberangi sungai dengan air setinggi lutut. Bagi para migran, kata Demeille, bisa sampai ke AS merupakan impian mereka.

Warga Haiti telah bermigrasi ke AS dalam jumlah besar lewat Amerika Selatan selama beberapa tahun. Banyak dari mereka telah meninggalkan negara di kawasan Karibia itu setelah gempa bumi dahsyat pada tahun 2010. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG