Tautan-tautan Akses

Michigan Kukuhkan Donald Trump Pemenang Pilpres


Presiden AS terpilih Donald Trump menyapa para pendukungnya di Macomb Community College pada saat kampanye di Warren, Michigan (31/10). (AFP/Jeff Kowalsky)
Presiden AS terpilih Donald Trump menyapa para pendukungnya di Macomb Community College pada saat kampanye di Warren, Michigan (31/10). (AFP/Jeff Kowalsky)

Dengan kemenangan itu, presiden terpilih Trump memperoleh ke-16 suara Dewan Pemilih negara bagian itu.

Para pejabat pemilihan di negara bagian Michigan hari Senin (28/11) mengukuhkan bahwa Donald Trump adalah pemenang pemilihan presiden dengan suara 10.704 lebih banyak dari kandidat presiden Partai Demokrat Hillary Clinton. Seluruhnya ada hampir empat juta pemilih yang memberikan suara di negara bagian itu.

Dengan kemenangan itu, presiden terpilih Trump memperoleh ke-16 suara Dewan Pemilih negara bagian itu.

Namun, negara bagian Michigan dan dua negara bagian lainnya di mana margin suara sangat tipis, yaitu Pennsylvania dan Wisconsin, kemungkinan akan mengadakan penghitungan ulang suara yang masuk.

Calon presiden Partai Hijau, Jill Stein telah mengajukan petisi untuk mengadakan penghitungan suara ulang di Pennsylvania dan Wisconsin dan mengatakan ia akan melakukan hal yang sama di Michigan.

Stein mengatakan ia tidak berusaha membatalkan hasil pemilihan presiden itu, tapi ingin mengecek integritas pemilihan di negara-negara bagian di mana hasil penghitungan suara hanya berbeda sedikit.

“Setelah mengadakan pemilihan presiden yang tercemar oleh penggunaan mesin-mesin (pemungutan suara) yang sudah kuno dan tidak bisa diandalkan, serta adanya tuduhan terjadinya peretasan dan ketidakberesan, banyak orang bertanya-tanya apakah hasil pemilihan presiden itu bisa dipertanggungjawabkan,” kata Stein.

Jika hasil penghitungan ulang surat-surat suara di ketiga negara bagian itu dinyatakan mendukung Clinton, maka Donald Trump akan kehilangan ke-46 suara Dewan Pemilih, dan menjadikan Clinton sebagai presiden terpilih. Tapi kemungkinan hal itu terjadi sangat kecil.

Meskipun Clinton kalah dalam perolehan suara Dewan Pemilih, dia mendapat lebih dari 2,2 juta suara populer dibandingkan Trump. Presiden terpilih Trump berkomentar bahwa itu mungkin disebabkan adanya “jutaan” orang yang memberikan suara secara tidak sah.

“Ada penipuan surat suara di negara bagian Virginia, New Hampshire dan California. Kenapa media tidak melaporkan semua itu?" tanya Trump di Twitter.

Trump tidak memberikan bukti apapun atas tuduhannya itu, dan media-media besar, termasuk harian New York Times, Washington Post dan Los Angeles Times mengatakan, tuduhan Trump itu tidak berdasar. [isa/sp]

XS
SM
MD
LG