Tautan-tautan Akses

Meski Krisis, Qatar Pacu Persiapan Piala Dunia 2022 


Sekelompok orang di Lapngan Merah di Moskow, membentangkan spanduk bertuliskan “Sampai Jumpa di Qatar” merujuk pada Piala Dunia 2022 di Qatar, pada malam pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Perancis dan Kroasia, 14 Juli 2018.

Tahun lalu, Menteri Keuangan Qatar Ali Sharif Al-Emadi mengatakan negaranya bertekad untuk menyelesaikan persiapan turnamen sepak bola Piala Dunia 2022, jauh sebelum para penggemar berdatangan di negara teluk tersebut.

“Kami tidak ingin masih mengecat dinding sementara orang-orang mulai berdatangan ke negara ini,” katanya, sebelum mengungkap Qatar menghabiskan hampir $500 juta (430 juta euro) per minggu untuk berbagai proyek infrastruktur turnamen sepak bola terbesar di dunia, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Sepertinya para pengunjung Piala Dunia tidak akan melihat persiapan-persiapan yang masih dikerjakan pada menit-menit terakhir.

Meski Piala Dunia Dunia 2022 masih empat setengah tahun lagi, namun persiapan yang dilakukan Qatar sudah maju dari jadwal awal untuk arena pertandingan, proyek-proyek besar dan pengecatan.

Dari delapan stadion yang akan dibangun atau direnovasi untuk 2022, setidaknya satu stadion, Khalifa Internasional, sudah dibuka dan akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik tahun depan.

Dua stadion lagi, Al-Wakrah dan Al-Bayt, diperkirakan akan selesai akhir tahun ini dan akan dibuka resmi awal 2019.

Pekerjaan konstruksi Stadion Lusail juga berjalan pesat. Lusail akan menjadi arena laga final dan pembukaan Piala Dunia 2022. Qatar memperkirakan sekitar 1,5 penggemar sepak bola akan datang ke negara teluk tersebut. Mereka akan tinggak di berbagai tempat penginapan, mulai dari hotel, akomodasi yang dikelola Airbnb, tenda-tenda dan sekitar 12 ribu kapal pesiar.

(Dari kiri) Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama dalam acara pengalihan secara simbolis tuan ruman Piala Dunia ke Qatar untuk Piala Dunia 2022, di Kremlin, 15 Juli 2018.
(Dari kiri) Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Rusia Vladimir Putin berfoto bersama dalam acara pengalihan secara simbolis tuan ruman Piala Dunia ke Qatar untuk Piala Dunia 2022, di Kremlin, 15 Juli 2018.

Piala Dunia 2022 menjadi turnamen yang diadakan di satu kota dengan jarak antara setiap arena pertandingan hanya 55 kilometer. Pekerjaan konstruksi di seluruh Doha tetap berjalan meski negara tersebut dilanda krisis politik.

Tigabelas bulan sejak Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan para sekutunya membekukan semua hubungan dengan Qatar, para penyelenggara Piala Dunia membuktikan ketangguhannya.

Embargo yang berlaku sejak 5 Juni 2017 memutus pasokan untuk bahan-bahan bangunan dari Arab Saudi dan UEA. Tapi mereka dengan cepat mengganti dengan impor dari Malaysia dan China.

Jalan-jalan baru, hotel-hotel museum, kawasan-kawasan hunian bahkan kota-kota, termasuk Lusail yang bernilai $45 miliar, sudah dibangun.

Sistem kereta metro Doha yang pertama, dengan investasi $36 miliar, akan dibuka tepat waktu pada 2019.

Iran telah menyiapkan Pulau Kish sebagai markas para tim sepak bola. Penggunaan pulau tersebut akan bergantung apakah jumlah negara yang berlaga tetap 32 atau FIFA akan menjalankan rencana untuk menaikkan menjadi 48 tim. [ft/au]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG