Tautan-tautan Akses

Mesir Beli 30 Jet Rafale dari Perancis


Pesawat Rafale Solo Display (RSD) di pangkalan udara Saint-Dizier 113, 9 Maret 2021. (FRANCOIS NASCIMBENI / AFP)

Militer Mesir mengukuhkan telah memesan 30 jet Rafale dari perusahaan pertahanan Perancis Dassault Aviation untuk meningkatkan keamanan nasional.

Pesanan tersebut, yang menyusul pembelian 24 jet Rafale pada 2015, akan dibiayai melalui pinjaman 10 tahun, kata militer dalam sebuah pernyataan Senin malam (3/5).

Situs investigasi Disclose sebelumnya melaporkan pada hari yang sama bahwa pesanan itu adalah bagian dari kesepakatan pertahanan besar rahasia senilai hampir 4,8 miliar dolar.

Mesir adalah importir senjata terbesar ketiga di dunia setelah Arab Saudi dan India, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI).

Jet tempur Marine Rafale kembali dari misi ke kapal induk Prancis Charles de Gaulle di Laut Mediterania sebagai bagian dari Operasi Arromanches III, 1 Oktober 2016 . (Foto: AFP)
Jet tempur Marine Rafale kembali dari misi ke kapal induk Prancis Charles de Gaulle di Laut Mediterania sebagai bagian dari Operasi Arromanches III, 1 Oktober 2016 . (Foto: AFP)

Dalam sebuah laporan yang dirilis awal tahun ini, SIPRI mengungkapkan, pembelian senjata Mesir meningkat 136 persen selama 10 tahun terakhir dan telah mendiversifikasi sumbernya di luar AS. Mesir, kata lembaga itu, juga membeli peralatan militer dari Prancis, Jerman dan Rusia.

Kairo telah memosisikan dirinya sebagai benteng stabilitas di kawasan itu seiring dengan munculnya konflik di negara tetangga baratnya, Libya.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi dan mitranya dari Perancis Emmanuel Macron menikmati hubungan dekat yang dibangun di atas kepentingan keamanan bersama.

Pada konferensi pers bersama dengan Sisi di Paris pada Desember lalu, Macron mengatakan, "Saya tidak akan mengondisikan masalah pertahanan dan kerja sama ekonomi pada perselisihan mengenai HAM.” (ab/uh)

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG