Tautan-tautan Akses

Menhub: Bandara Soekarno Hatta Masih Aman dari Ancaman Abu Vulkanik


Papan informasi di bandara Soekarno-Hatta yang menunjukkan beberapa maskapai internasional membatalkan penerbangan, meskipun bandara Cengkareng masih beroperasi normal.
Papan informasi di bandara Soekarno-Hatta yang menunjukkan beberapa maskapai internasional membatalkan penerbangan, meskipun bandara Cengkareng masih beroperasi normal.

Freddy Numberi mengakui sejumlah maskapai penerbangan internasional membatalkan terbang ke Jakarta karena terpengaruh pengumuman Qantas Airlines.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi menegaskan, bandara Soekarno Hatta masih aman dari ancaman abu vulkanik letusan Merapi. Sementara jumlah dan pergerakan pengungsi korban letusan Merapi terus bertambah dan menyebar ke berbagai tempat termasuk bangunan sekolah dan kampus universitas.

Selesai rapat dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Agung Yogyakarta Sabtu malam, Menteri Perhubungan Freddy Numberi kepada wartawan menegaskan, bandara Soekarno Hatta masih aman untuk penerbangan. Ia mengakui, sejumlah maskapai penerbangan internasional membatalkan terbang ke Jakarta, karena terpengaruh oleh pengumuman yang dikeluarkan otoritas penerbangan Australia terkait dengan insiden pesawat Qantas di Singapura yang kemudian dikaitkan dengan abu vulkanik Merapi.

Menhub mengatakan, “Kita monitor betul pergerakan debu itu, memang ke arah barat tapi lalu belok ke Laut Hindia jadi Jakarta itu tidak terkena dampak hingga saat ini. Sehingga waktu Australia mengeluarkan ASTAM (Announcement to Airmen) tadi, tentu membuat airliner yang lain kuatir. Namun kita sudah keluarkan NOTAM yang baru, NOTAM itu Notice to Airmen, kita nyatakan bahwa (bandara) Cengkareng is clear. Kenapa? Malam ini juga Garuda kita terbang ke Jepang, ke Dubai, masih terbang”.

Puluhan ribu penduduk harus mengungsi untuk menghindari awan dan abu panas dari letusan Merapi.
Puluhan ribu penduduk harus mengungsi untuk menghindari awan dan abu panas dari letusan Merapi.

Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana BNPB Syamsul Maarif mengatakan, data terakhir menunjukkan, jumlah pengungsi paling banyak di Sleman yakni 56-ribu, Magelang 52 ribu, kota Magelang 2-ribu, Klaten 40-ribu dan Boyolali 30-ribu.

Sedangkan jumlah korban tewas sampai Sabtu malam mencapai 116 dan luka-luka 218. Jumlah ini terus berubah karena Tim SAR masih menemukan korban tewas lagi. Bahkan masih ada wilayah di kecamatan Cangkringan yang masih sulit dijangkau akibat awan panas yang menerjang wilayah itu melalui aliran sungai Gendol Jumat dinihari.

Syamsul Maarif menjelaskan, “Titik pengungsian berubah-ubah, bukan maju mundurnya tetapi lebih kepada penyebarannya. Sebagai contoh pada malam hari lalu saat terjadi pengungsian banyak pihak yang mengundang masyarakat untuk mengungsi. Tetapi kemampuan mereka ditempati pengungsi hanyalah 2 atau 3 hari. Kalau kita, sebetulnya yang penting pengungsi itu mendapat perlakuan yang layak”.

Di Yogyakarta, lebih dari 30-ribu pengungsi berada di stadion Maguwoharjo, sebagian lainnya ditampung di sekolah-sekolah maupun kampus universitas. Deputi Menteri Pendidikan Profesor Fasli Jalal mengatakan, kementerian pendidikan mengkondisikan jajarannya untuk memfasilitasi tanggap darurat.

Menurut Fasli Jalal: “ Semua sekolah dari SD hingga perguruan tinggi membuka diri. Ini pak Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, disana ada 800 (pengungsi) di UGM ada 1000 lebih, tadi kita ke UPN Veteran ada hampir 1500, kemudian di SMA-SMA, dan SMK, langsung unit sekolah yg mencari makanan, obat. Di tempat-tempat dimana anak-anak berkumpul baik di sekolah-sekolah, pendopo maupun lapangan olahraga, kita tawarkan trauma counseling dan program pendidikan anak usia dini”.

XS
SM
MD
LG