Tautan-tautan Akses

Jelang Mosi Tidak Percaya, Menteri Kuwait Mundur


Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach (foto: dok). Pada Oktober 2015, IOC menskors Kuwait, setelah menuduh pemerintah campur tangan dalam komite Olimpiade nasional.

Menteri Penerangan dan Pemuda Kuwait Sheikh Salman Sabah al-Humoud al-Sabah hari Selasa (7/2) mengundurkan diri menjelang sidang mosi tidak percaya di parlemen terkait larangan bertanding bagi Kuwait oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) selama 15 bulan. Demikian dilaporkan kantor berita resmi Kuwait, KUNA.

Sheikh Salman, anggota keluarga kerajaan, dijadwalkan menghadapi mosi tidak percaya hari Rabu setelah pekan lalu berjam-jam dicecar anggota parlemen, yang menuduhnya "puas diri dan salah urus."

Mosi tidak percaya sebelumnya menyebabkan pengunduran diri menteri yang bersangkutan atau seluruh pemerintah, atau pembubaran parlemen.

Pada Oktober 2015, IOC menskors Kuwait, setelah menuduh pemerintah campur tangan dalam komite Olimpiade nasional.

Perselisihan antara Kuwait dan IOC terpusat pada undang-undang olahraga yang menurut IOC merongrong otonomi olahraga di negara itu. Namun Kuwait percaya undang-undang itu memperkuat kemandirian badan-badan olahraga.

Larangan itu menyebabkan komite Olimpiade dan atlet Kuwait tidak bisa menerima dana IOC dan tidak diizinkan ikut kompetisi yang diadakan IOC.

Juni lalu, Sheikh Salman menyatakan Kuwait akan menggugat IOC dan menuntut ganti rugi satu milyar dolar di pengadilan Swiss, karena tidak menyertakan negaranya dalam berbagai kompetisi internasional. Ia mengatakan "keputusan itu tidak bisa dibenarkan." [ka/ds]

XS
SM
MD
LG