Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne memulai lawatan ke Vietnam dengan berbicara pada sebuah forum ASEAN-Australia di Hanoi, Selasa (9/11).
Berbicara pada Dialog ASEAN-Australia mengenai Perempuan, Perdamaian dan Keamanan, Payne memuji peran ASEAN dalam memajukan kemakmuran di blok tersebut dan menegaskan kembali komitmen Australia untuk menegakkan keamanan dan stabilitas di kawasan.
“Australia menganggap ASEAN sangat vital bagi keamanan dan kemakmuran di kawasan kita,” kata Payne. Ia juga mengatakan Australia sangat berkomitmen untuk bekerja sama dalam menanggapi baik pandemi COVID-19 maupun tantangan yang lebih luas pada masa depan. Payne juga mengumumkan investasi lebih dari $154 juta untuk kerja sama Australia dengan ASEAN.
Dalam kesempatan itu ia juga menyerukan kepada rezim Myanmar untuk memperbaiki catatan HAM-nya, menghentikan kekerasan terhadap warga sipil dan membebaskan seorang profesor Australia, Sean Turnell. Turnell adalah penasihat ekonomi Australia bagi pemimpin tersingkir Myanmar Aung San Suu Kyi dan telah ditahan pasukan keamanan Myanmar sejak kudeta militer Februari lalu.
Payne juga mengadakan pertemuan dengan PM Vietnam Pham Minh Chinh dan sejawatnya, Menteri Luar Negeri Vietnam Bui Thanh Son.
Chinh dan PM Australia Scott Morrison bertemu di sela-sela KTT Iklim PBB COP26 di Glasgow, Skotlandia, awal bulan ini.
Australia dan Vietnam menandatangani kemitraan strategis pada 2018, suatu kerangka kerja bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama keamanan, pertahanan dan ekonomi.
Sebelum ke Vietnam, ia mengunjungi Malaysia dan Kamboja. Payne dijadwalkan mengunjungi Indonesia sebagai persinggahan terakhirnya dalam lawatan ke empat negara di kawasan Asia Tenggara. [uh/ab]