Tautan-tautan Akses

Menlu AS Desak Yunani dan Turki Lanjutkan Pembicaraan tentang Perselisihan Teritorial


Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam konferensi pers di Pulau Kreta, Yunani (29/9).

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo Selasa (29/9) meminta sekutu Amerika, dua anggota NATO, Yunani dan Turki untuk segera melanjutkan pembicaraan guna menyelesaikan sengketa wilayah maritim yang semakin kontroversial di Laut Tengah.

Kedua negara, yang berselisih mengenai berbagai masalah, telah sepakat untuk melakukan perundingan eksplorasi mengenai daerah di Laut Tengah timur di mana kapal perang kedua negara berhadapan bulan lalu.

Turki mengirim kapal penelitian yang didampingi kapal perang untuk mencari kemungkinan pengeboran minyak dan gas di wilayah yang hak teritorial dan ekonominya diklaim Yunani. Yunani menanggapi dengan mengirim kapal perang ke daerah itu dan menyiagakan militernya sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik.

Turki sejak itu sudah menarik kembali kapal tersebut, mengatakan langkah itu akan membuka jalan untuk pembicaraan lebih lanjut sebelum KTT Uni Eropa selama dua hari yang dimulai pada 1 Oktober. Negara-negara anggota UE akan membahas perselisihan teritorial itu dan juga membahas kemungkinan sanksi terhadap Turki yang diajukan oleh Siprus, Yunani, dan Perancis.

“Kita berharap pembicaraan ini bisa secara serius. Kita mendorong mereka untuk melanjutkan diskusi tentang masalah ini secepat mungkin” ” kata Pompeo, setelah bertemu dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di pulau Kreta.

Negara-negara di kawasan timur Laut Tengah yang berharap menemukan minyak dan gas bergegas mengklaim yurisdiksi atas wilayah maritim, menghidupkan kembali konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun dalam proses pencarian tersebut.

Yunani dan Mesir telah menyetujui kesepakatan yang menentukan batas-batas laut masing-masing sehingga mengkhawatirkan Turki, yang menganggap perjanjian tersebut melanggar batas wilayahnya. Kesepakatan serupa antara Turki dan pemerintah Libya, juga membuat marah Yunani.

Pompeo memulai lawatan selama dua hari ke Yunani setelah ketegangan regional meningkat terkait sumber daya energi. Ia mengatakan AS mendukung upaya Yunani untuk mendiversifikasi akses ke rute menuju sumber energi dan pasokan energi. Pompeo menambahkan Rusia adalah pengaruh ketidak stabilan di daerah tersebut.

Kunjungannya ke Yunani adalah bagian dari lawatan regional selama lima hari yang juga akan membawanya ke Kroasia, Italia, dan Vatikan. [my/lt]

Recommended

XS
SM
MD
LG