Tautan-tautan Akses

Meksiko akan Minta AS Ekstradisi Penembak Massal di El Paso


Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador hari Jumat (16/8) mengatakan, Meksiko tidak ingin penembak massal yang menewaskan 22 orang di el Paso, termasuk delapan warga Meksiko, dijatuhi hukuman mati, dan mungkin akan minta supaya ia diekstradisi ke Meksiko.

Patrick Crusius (21 tahun), penembak massal di El Paso, Texas
Patrick Crusius (21 tahun), penembak massal di El Paso, Texas

Penembak yang berumur 21 tahun itu, Patrick Crusius kemungkinan bisa menghadapi hukuman mati di Amerika.

Namun Presiden Obrador mengatakan, walaupun perbuatan Crusius itu “tercela dan menjijikkan,” Meksiko tidak menghendaki ia dijatuhi hukuman mati.

“UUD kami tidak mengenal hukuman mati. Kami tidak menghendaki hukuman mati berdasarkan keyakinan kami. Hukuman penjara seumur hidup juga tidak ada di Meksiko,” kata Obrador dalam sebuah wawancara pers.

“Saya telah mengeluarkan instruksi untuk melihat apakah kami bisa minta supaya orang itu diekstradisi ke Meksiko,” tambahnya.

“Kami ingin supaya hukuman baginya menjadi pelajaran. Karena kejahatan yang dilakukannya sudah disiapkan sebelumnya serta adanya faktor-faktor pemberat lainnya, ia bisa dihukum penjara di Meksiko selama lebih dari 50 tahun,” kata Obrador. (ii)

Recommended

XS
SM
MD
LG