Tautan-tautan Akses

Media Barat Kecam Iran karena Intimidasi Wartawan


Iran menuai kecaman dari kantor media barat yang beroperasi di kawasan Teluk Persia, atas pelecehan terhadap para wartawan dan kerabat mereka di negara tersebut. (Foto: ilustrasi).

Kantor-kantor berita Barat yang beroperasi di kawasan Teluk Persia mengecam Iran karena melecehkan wartawan-wartawan mereka dan mengintimidasi saudara dan kerabat para wartawan itu.

Dalam sebuah pernyataan, Selasa (26/11), seorang juru bicara BBC mengatakan kantor berita yang berbasis di London itu mendapatkan laporan bahwa staf mereka di Iran, dan keluarga para staf itu, diintimidasi sejak mulai meliput protes-protes anti-pemerintah yang pecah 15 November lalu di Teheran dan menyebar ke puluhan kota lainnya.

"Sungguh sangat mengecewakan bahwa Iran meningkatkan intimidasinya terhadap jurnalis dan media-media asing berbahasa Farsi,” kata juru bicara itu. “Kami telah bertahun-tahun berusaha menarik perhatian dunia terhadap pelanggaran HAM yang sepenuhnya tidak bisa diterima ini melalui advokasi kami di PBB, Uni Eropa dan lembaga-lembaga internasional lainnya. Kami menyerukan agar pihak berwenang Iran segera mengakhiri tindakan intimidasi ini.”

Dalam beberapa hari pemerintah Iran secara keras menumpas aksi-aksi protes, yang dipicu peningkatan harga bensin secara tiba-tiba di tengah-tengah situasi ekonomi yang memburuk. Kelompok HAM yang berbasis di London, Amnesty International, mengatakan, pasukan keamanan Iran menewaskan sedikitnya 143 demonstran dalam kerusuhan itu. Pihak berwenang Iran sejauh ini belum merilis laporan mengenai jumlah total korban tewas.

Dalam sebuah laporannya, Selasa (26/11), kelompok advokasi HAM media Reporters Without Borders (Wartawan Tanpa Tapal Batas (RSF)), mengatakan mereka telah mendapat laporan mengenai ancaman yang diterima wartawan-wartawan mereka, yang umumnya keturunan Iran yang bekerja untuk BBC, RSF mengatakan, intimidasi Teheran terhadap jurnalis Iran yang bekerja untuk media asing sering dalam bentuk penghinaan dan intimidasi di media sosial. Salah satu pelaku intimidasi online ini adalah Duta Besar Iran untuk Inggris, Hamid Baedinejad. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG