Tautan-tautan Akses

AS

Masyarakat Amerika Latin AS tetap Dukung Trump 


Para pendukung Trump dari kalangan hispanik dalam acara "Latinos for Trump Coalition" di Arizona Grand Reseort & Spa, di Phoenix, 14 September 2020. (Foto: AP)

Meskipun diproyeksikan akan kalah dalam pemilihan Amerika, Presiden Donald Trump membuat persaingan lebih ketat dari perkiraan. Salah satu tambang suara Trump adalah persentase pemilih minoritas yang kali ini lebih tinggi, terutama populasi Amerika Latin atau Hispanik yang berkembang, daripada yang diraih oleh Trump pada 2016.

Menurut jajak pendapat keluar tempat pemungutan suara (TPS), Jumlah suara Hispanik secara nasional untuk Trump naik dari 28 persen pada 2016 menjadi 32 persen pada tahun ini. Itu membantah asumsi partai Demokrat bahwa mayoritas Hispanik akan menentang Trump hanya karena retorika dan kebijakan anti-imigrannya yang keras.

Suara Hispanik untuk Trump memang meningkat, tetapi secara kasar 2 banding 1 untuk Biden. Banyak dari mereka menentang kuat kebijakan pemerintahan Trump yang memisahkan anak-anak migran dari keluarga mereka di perbatasan Amerika-Meksiko.

Pemilih Hispanik, bagaimanapun, umumnya adalah Katolik atau Kristen konservatif. Banyak dari mereka setuju pada Trump dan Partai Republik yang menentang pernikahan sesama jenis dan aborsi. Sebagian orang Hispanik yang konservatif secara fiskal juga menyukai inisiatif Trump yang pro-bisnis untuk menurunkan pajak federal dan mengurangi peraturan pemerintah.

Mereka mengabaikan janji berulang dari Demokrat untuk menaikkan upah, memperluas akses ke perawatan kesehatan, dan memperbaiki sistem imigrasi Amerika yang rusak.

Lonjakan dukungan Hispanik membantu Trump memenangkan Florida dengan lebih dari 51 persen suara. Ini berbeda dengan hasil jajak pendapat pra-pemilu, di mana Biden diperkirakan unggul lima persen. [ka/pp]

XS
SM
MD
LG