Tautan-tautan Akses

Maskapai Penerbangan 'Emirates' Kurangi Penerbangan ke AS


Pesawat 'Emirates Airlines' di bandara Dubai, Uni Emirat Arab (foto: dok).

Emirates, maskapai penerbangan yang terbesar di Timur Tengah mengatakan hari Rabu (18/4), mengurangi jumlah penerbangannya ke Amerika karena penurunan jumlah penumpang yang disebabkan peningkatan langkah-langkah keamanan AS dan larangan pemerintahan Trump bagi warga dari negara-negara mayoritas Muslim masuk ke Amerika.

Keputusan oleh maskapai milik pemerintah Dubai itu merupakan pertanda terkuat bahwa langkah lebih keras yang dikenakan terhadap warga dari Timur Tengah yang bepergian ke AS telah merugikan maskapai-maskapai penerbangan Teluk yang tumbuh cepat di Amerika dalam beberapa tahun terakhir ini.

Dubai adalah salah satu dari 10 kota di negara mayoritas Muslim yang terkena larangan membawa laptop dan barang elektronik pribadi lainnya ke dalam kabin pesawat untuk penerbangan langsung AS.

Pusat maskapai 'Emirates' di bandar udara Internasional Dubai, yang ketiga tersibuk di dunia, adalah titik transit utama bagi wisatawan yang terkena dampak peraturan Presiden Donald Trump yang menghentikan masuknya warga dari enam negara Islam.

Larangan perjalanan itu menangguhkan visa baru bagi warga dari Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman, dan menghentikan Program pengungsi.

Emirates mengatakan, pengurangan penerbangan akan mempengaruhi lima dari 12 kota tjuan di AS, mulai bulan depan. Langkah ini disebut sebagai “keputusan komersial dalam menanggapi turunnya permintaan perjalanan ''dalam tiga bulan sejak Trump berkuasa. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG