Tautan-tautan Akses

Marine Le Pen dari Perancis Upayakan Hubungan Lebih Erat dengan Afrika


Pemimpin ekstrim kanan Marine Le Pen telah mengumumkan serangkaian prioritas kebijakan luar negeri seandainya dia memenangkan pemilu mendatang. (Foto: dok).

Kampanye kepresidenan Perancis diamati secara cermat tahun ini, dan Le Pen diuntungkan oleh kemarahan pemilih dengan ekonomi yang lesu, imigrasi yang meningkat, serta ancaman militan Islam.

Pemimpin ekstrim kanan Marine Le Pen telah mengumumkan serangkaian prioritas kebijakan luar negeri seandainya dia memenangkan pemilu mendatang, mulai dari dukungan untuk persekutuan Washington dan Moskow dalam memerangi ekstremisme Muslim sampai perombakan hubungan dengan Uni Eropa serta mempererat hubungan dengan negara-negara Afrika yang berbahasa Perancis. Saat ini Marine Le Pen memimpin dalam jajak pendapat.

Dalam wawancara dengan reporter di Paris, Le Pen juga membela faham populisme yang kini populer di Eropa dan Amerika, dan juga terkait erat dengan partai Front Nasional yang dipimpinnya, serta berhasil menggeser politisi aliran tengah.

“Apakah itu terkait dengan mereka yang hendak membela pemerintahan dari, untuk dan mewakili rakyat?” tanyanya. “Seandainya di situ permasalahannya, saya menerima dijuluki seorang populis.”

Kampanye kepresidenan Perancis diamati secara cermat tahun ini, dan Le Pen diuntungkan oleh kemarahan pemilih dengan ekonomi yang lesu, imigrasi yang meningkat, serta ancaman militan Islam. Presiden Francois Hollande sedemikian tidak populernya sehingga dia mengumumkan bulan lalu dia tidak akan mencalonkan diri kembali pada April.

Partai Sosialisnya akan mengadakan pemilihan pendahuluan bulan ini, tetapi pemenangnya hanya punya peluang kecil memenangkan pemilihan umum. [jm]

XS
SM
MD
LG