Tautan-tautan Akses

Mantan Walikota New York Tak Mau Maju Jadi Capres AS


Mantan Walikota New York Michael Bloomberg berbicara dalam acara C40 cities awards di Paris, Desember 2015. (AP/Thibault Camus)
Mantan Walikota New York Michael Bloomberg berbicara dalam acara C40 cities awards di Paris, Desember 2015. (AP/Thibault Camus)

Michael Bloomberg mengatakan kemungkinan pencalonannya bisa mengarah ke terpilihnya miliarder dan raja real estat Donald Trump atau Senator Texas Ted Cruz.

Michael Bloomberg, miliarder dan mantan walikota New York, mengumumkan tidak akan mencalonkan diri menjadi presiden Amerika dengan partai ketiga. Baginya, itu hanya akan semakin mengecewakan kampanye presiden tahun ini yang sejauh ini luar biasa tak terduga.

Bloomberg, yang selama berbulan-bulan mempertimbangkan maju sebagai calon independen, menyampaikan keputusan resmi itu dalam tajuk rencana berjudul Bloomberg View.

Ia mengatakan yakin tidak bisa memenangi pemilu, dan bahwa ada kemungkinan pencalonannya bisa mengarah ke terpilihnya miliarder dan raja real estat Donald Trump atau Senator Texas Ted Cruz.

Bloomberg, 74, yang semula anggota partai Demokrat, pindah ke partai Republik, kembali lagi ke Demokrat lalu beralih ke independen, itu mengecam Trump. Menurutnya, kampanye Trump paling memecah dan menghasut, memangsa prasangka dan ketakutan masyarakat.

Guna mencegah Trump mendapat nominasi calon presiden 2016 Partai Republik, kelompok konservatif dan Republik menambah iklan baru di televisi. Beberapa organisasi anti-Trump berencana mengeluarkan biaya iklan setidaknya US$10 juta pekan depan. Iklan-iklan itu menampilkan Trump sebagai liberal yang tak tersentuh karakter konservatif yang dominan di Partai Republik dan konglomerat yang tidak berempati kepada orang-orang lemah yang menghambat laju kerajaan bisnisnya.

Daripada menanggapi iklan yang menentangnya dengan iklan juga, Trump menyatakan akan terus menyerang lawan-lawannya dengan cuitan dari akun Twitter-nya. [ka/al]

XS
SM
MD
LG