Tautan-tautan Akses

Mantan Sandera Boko Haram Terdampar di Kamerun-Nigeria


Para mantan sandera Boko Haram di Maroua, Kamerun (foto: ilustrasi).

Serangkaian serangan bom bunuh diri yang kembali dilakukan Boko Haram di Kamerun Utara Jauh menimbulkan kecurigaan bahkan setelah serangan-serangan mereda. Masyarakat setempat kini melarang 400 mantan sandera Boko Haram pulang.

Di kamp pengungsi, ratusan mantan sandera dan mantan pejuang Boko Haram sedang antre untuk mendapat makanan di Mozogo, perbatasan Kamerun utara dengan Nigeria. Mereka tampak lelah dan lapar.

Diantaranya adalah Asta Hamina, usia 45 tahun, yang dibawa ke kamp itu seminggu lalu oleh militer Kamerun. Ia mengatakan, ia ditemukan di sekitar hutan Sambisa, bekas kubu pemberontak. Ia mengungkapkan setiap kali ingat penyiksaan yang dialaminya di hutan Sambisa, ia ketakutan dan berdoa agar itu tidak terjadi lagi. Ia mengatakan, keinginannya adalah pulang ke rumah dan memulai kembali kehidupan.

Namun, mimpi Hamina untuk pulang mungkin tidak bisa segera menjadi kenyataan. Beberapa sandera mengaku setelah disandera oleh pejuang Boko Haram yang menyerang desa mereka dan dibawa ke Nigeria, mereka dipaksa bergabung dengan kelompok jihadis itu sebagai pejuang dan anak-anak mereka digunakan sebagai pembom bunuh diri.

Arouna Abba, pemimpin komunitas di Mozogo, mengatakan mereka tidak siap menerima mantan sandera kembali ke desa mereka karena takut kembali disusupi teroris. Ia mengatakan, sebagian dari mereka mungkin mata-mata atau telah dicekoki ideologi Boko Haram.

Abba mengatakan, pertama mereka menginginkan pemerintah Kamerun menjamin keamanan dan keselamatan mereka. Ia menambahkan, sumber daya mereka terbatas dan kebutuhan ekonomi penduduk desa yang tinggal di rumah dan berisiko diserang Boko Haram akan bertambah jika para mantan sandera diizinkan kembali tinggal di desa mereka. Menurutnya, penduduk desa sudah kekurangan air minum dan akan sangat sulit jika mereka harus berbagi air yang memang sudah sangat sedikit.

Sebagian mantan sandera mengatakan tinggal bersama Boko Haram selama dua tahun dan memutuskan untuk lari dan menyerahkan diri kepada militer atau kelompok pertahanan lokal. Lainnya mengaku berjuang untuk Boko Haram tetapi memilih meletakkan senjata karena menyadari mereka disesatkan.

Tentara dari Kamerun, Nigeria, Chad dan Niger, bagian dari gugus tugas gabungan multinasional Komisi Cekungan Danau Chad sejak tahun lalu telah merebut kembali wilayah yang dikuasai Boko Haram, tetapi pemberontakan tetap menjadi ancaman besar.

Konflik yang berawal di Nigeria timur laut 8 tahun lalu itu telah menewaskan setidaknya 25 ribu orang dan menyebabkan lebih dari 2,6 juta lainnya mengungsi. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG