Tautan-tautan Akses

Manifesto Zuckerberg: Rencana untuk Bangun Infrastruktur Sosial Dunia


Mark Zuckerberg, kepala dan CEO Facebook, berbicara di KTT CEO pada forum APEC di Lima, Peru, November 2016. (AP/Esteban Felix)
Mark Zuckerberg, kepala dan CEO Facebook, berbicara di KTT CEO pada forum APEC di Lima, Peru, November 2016. (AP/Esteban Felix)

Visi jangka panjang Mark Zuckerberg untuk Facebook, yang tertuang dalam manifesto panjang yang diterbitkan Kamis (16/2), terkadang terdengar seperti panduan sosial utopis dibandingkan dengan rencana bisnis.

Ia bertanya, "apakah kita membangun dunia yang kita semua inginkan?"

Meskipun sebagian besar orang menggunakan Facebook untuk berhubungan dengan teman dan keluarga, Zuckerberg berharap jaringan sosial itu dapat mendorong lebih banyak keterlibatan warga, publik yang lebih memiliki informasi dan dukungan komunitas dalam tahun-tahun mendatang. Facebook sekarang memiliki hampir dua miliar pengguna, lebih banyak dari penduduk negara mana pun.

Esainya sepanjang 5.800 kata itu memposisikan Facebook berlawanan langsung dengan peningkatan gelombang isolasionisme dan ketakutan akan orang asing, baik di Amerika Serikat dan luar negeri. Dalam sebuah wawancara lewat telepon dengan Associated Press, Zuckerberg menekankan bahwa ia tidak termotivasi oleh pemilihan umum di AS atau peristiwa lain. Namun, ujarnya, ini sentimen yang meningkat di banyak bagian dunia bahwa "menghubungkan dunia" -- ide dasar Facebook -- tidak lgi merupakan hal yang baik.

"Di seluruh dunia ada orang-orang yang tertinggal oleh globalisasi, dan gerakan-gerakan untuk menarik diri dari koneksi global," tulis Zuckerberg, yang mendirikan Facebook di kamar asrama Harvard tahun 2004.

"Pada saat-saat seperti ini, hal terpenting yang dapat kami di Facebook lakukan adalah mengembangkan infrastruktur sosial untuk memberikan orang-orang kekuatan untuk membangun komunitas global yang sesuai untuk kita semua."

Zuckerberg, 32, mengatakan kepada AP bahwa ia masih sangat yakin bahwa semakin banyak keterhubungan adalah arah yang benar untuk dunia. Namun, tambahnya, ini "tidak cukup jika hanya baik untuk beberapa orang tapi tidak bekerja untuk orang lain. Kita betul-betul harus menyertakan semua orang."

Tidak mengejutkan bila Zuckerberg ingin menemukan jalan untuk menyertakan semua orang, terutama di Facebook. Dengan semakin banyak orang terhubung di jaringan sosial itu lebih sering, maka Facebook akan memiliki lebih banyak peluang untuk menjual iklan yang membangkitkan sebagian besar pendapatannya, yang mencapai total US$27 miliar tahun lalu. Dan menarik lebih banyak uang mungkin akan mendongkrak harga saham Facebook untuk membuat Zuckerberg -- sekarang sudah bernilai sekitar $56 miliar -- lebih kaya lagi.

Pengunjung berfoto di depan logo fitur 'like' Facebook di depan kantor pusatnya di Menlo Park, California. (Foto: Dok)
Pengunjung berfoto di depan logo fitur 'like' Facebook di depan kantor pusatnya di Menlo Park, California. (Foto: Dok)

Meski ide untuk menyatukan dunia ini pantas dihargai, beberapa pengkritik -- yang didukung beragam studi -- mengatakan Facebook membuat sejumlah orang semakin merasa lebih kesepian dan lebih terisolasi ketika mereka melihat status dan foto yang menggambarkan semangat meluap-luap di jaringan sosial itu. Fitur "like" pada Facebook juga membuat lebih mudah untuk terlibat dalam bentuk komuniksi "satu-klik" yang menggantikan dialog berarti.

Facebook juga telah dikecam karena mempolarisasi kekuatan dengan menyebarkan unggahan-unggahan yang mendukung pandangan dan ketertarikan yang sama di antara orang-orang, menciptakan "ruang gema" yang dapat memperkeras opini dan memperluas jurang politik dan budaya.

Dukungan Komunitas

Saat ini, sebagian besar dari 1,86 miliar pengguna Facebook -- sekitar 85 persen -- tinggal di luar AS dan Kanada. Perusahaan yang berpusat di Menlo Park, California itu memiliki kantor di banyak tempat, dari Amsterdam sampai Jakarta dan Tel Aviv. Jaringan ini dilarang di China, meskipun beberapa orang dapat mengakalinya. Hal ini membuat Zuckerberg memiliki pandangan global dari Facebook dan melihat potensi yang melampaui perbatasan, kota dan negara.

Dan hal itu dapat memungkinkan jaringan sosial itu untuk mengambil peran di saat ikatan-ikatan budaya yang lebih tradisional pecah. Orang-orang sudah menggunakan Facebook untuk berhubungan dengan orang-orang asing yang memiliki penyakit langka yang sama, untuk mengunggah caci-maki politik, untuk berbagi tautan berita (dan terkadang tautan berita palsu). Facebook juga mendorong para penggunanya untuk ikut dalam pemilu, memberi donasi pada kegiatan amal, menyatakan mereka selamat setelah bencana alam, dan untuk "melakukan siaran langsung." Bagi banyak orang, media sosial ini telah menjadi peralatan. Sekitar 1,23 miliar orang menggunkannya setiap hari.

"Dalam 10 tahun terakhir, Facebook telah fokus untuk menghubungkan teman dan keluarga. Dengan dasar seperti itu, fokus kita berikutnya adalah mengembngkan infrastruktur sosial untuk komunitas -- untuk mendukung kita, untuk membuat kita aman, untuk memberi informasi, untuk keterlibatan warga, dan untuk inklusi bagi semua," tulis Zuckerberg. [hd]

XS
SM
MD
LG