Tautan-tautan Akses

Mana Yang Lebih Efektif: Single Tasking atau Multi Tasking?


Penggunaan beberapa layar sekaligus untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, multitasking atau malah sebagian besar 'mengganggu' dan menurunkan produktivitas kerja? (Foto: ilustrasi)

Smartwatch di pergelangan tangan. Telepon genggam di telapak tangan. Layar komputer besar di hadapan Anda tak berhenti berkedip memberi tahu bahwa ada e-mail baru masuk. Ya, Anda bersama ratusan juta orang di dunia berusaha untuk bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu, alias multitasking.

Anda merasa itu bisa meningkatkan produktivitas Anda? Anda keliru. Banyak pakar mengatakan, otak kita sesungguhnya tak melakukan banyak hal dalam satu waktu. Pikiran kita terprogram untuk hanya memikirkan satu hal dalam satu waktu. Jadi yang sesungguhnya terjadi, Anda beralih dari satu hal ke hal lain, dan ini tidak meningkatkan produktivitas.

Multitasking sebetulnya tidak ada. Otak hanya bisa memproses suatu hal pada suatu waktu. Yang ada itu adalah fast switching atau berganti tugas dengan cepat. Dan ini tidaklah efektif,” kata Rebecca-Gissin Martin, pakar dunia kerja di New York.

Doktor James Rouse, pakar naturopati dan penulis buku "Think Eat More Thrive" bahkan berani mengatakan, saat kita melakukan banyak hal dalam satu kesempatan, produktivitas kita sesungguhnya lebih rendah 50 persen dibanding bila melakukannya satu demi satu.

Mana Yang Lebih Efektif: Single Tasking atau Multi Tasking?
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:21 0:00

Membiasakan diri fokus pada satu hal bukanlah hal mudah. Namun itu bisa dilatih. Martin memperkenalkan tiga cara.

Pertama, saat menggunakan komputer, usahakan hanya satu layar yang terbuka.

“Ketika bekerja di komputer, pastikan tutup window-window lain yang tidak digunakan. Karena bila tidak, itu akan merusak fokus kita," jelasnya.

"Kedua, matikan semua pemberitahuan atau notifikasi email, dan aplikasi-aplikasi jejaring sosial. Matikan fungsi pemberitahuan Facebook atau email pada telepon pintar Anda. Anda tidak butuh itu. Itu menciptakan gangguan konsentrasi, dan membuat otak Anda tidak fokus,. Anda sebaiknya mengeceknya hanya ketika perlu,” lanjutnya.

Ketiga, dan terakhir, tetapkan prioritas dan dedikasikan suatu waktu untuk masing-masing prioritas itu. Mau mencoba? [ab/uh]

Sumber: nbc.com, ehow.com

XS
SM
MD
LG