Tautan-tautan Akses

Malaysia Tahan Tersangka Kedua Pembunuhan Kakak Kim Jong-un

  • Associated Press

Kim Jong-nam (kiri), abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang diduga dibunuh di Malaysia.

Badan mata-mata Korea Selatan, NIS, mengatakan Rabu bahwa Korea Utara telah mencoba membunuh Kim Jong-nam selama lima tahun.

Polisi Malaysia hari Kamis (16/2) menangkap tersangka kedua, juga perempuan, dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara yang dilaporkan diracun minggu ini oleh dua pembunuh saat dia menunggu penerbangan di Malaysia.

Kepala Kepolisian Khalid Abu Bakar mengukuhkan penangkapan terbaru kepada kantor berita nasional Bernama dan mengatakan akan segera mengeluarkan pernyataan.

Para penyelidik mencoba mengungkap pembunuhan yang memicu gelombang spekulasi mengenai apakah Korea Utara mengirim orang untuk membunuh seorang pria yang dikenal karena kebiasaan mabuk, judi dan kehidupan keluarga yang rumit.

Para petugas medis menyelesaikan otopsi Rabu malam, tapi belum jelas apakah atau kapan Malaysia akan merilis temuan itu kepada publik.

Korea Utara telah menyatakan keberatan atas otopsi itu dan meminta jenazah Kim Jong-nam untuk dikembalikan. Malaysia melakukan otopsi karena Korea Utara tidak memberikan protes formal, menurut Abdul Samah Mat, pejabat polisi senior Malaysia.

Kendaraan-kendaraan Kedutaan Besar Korea Utara hari Rabu tampak meninggalkan sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur yang menyimpan jenazah Kim Jong-nam.

Juga hari Rabu, polisi menangkap tersangka pertama dalam kasus tersebut, seorang perempuan yang membawa dokumen perjalanan Vietnam dengan nama Doan Thi Huong. Ia dijemput di terminal penerbangan berbiaya rendah di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, tempat Kim Jong-nam jatuh sakit Senin pagi. Tidak jelas apakah paspornya asli.

Ia diidentifikasi menggunakan video pemantauan di bandara, kata polisi.

Kim Jong-nam, berusia 45 atau 46, terasing dari adiknya, Kim Jong-un, dan telah hidup di luar negeri selama bertahun-tahun. Ia sempat ditangkap karena mencoba masuk ke Jepang dengan paspor palsu tahun 2001, mengatakan ia ingin berkunjung ke Disneyland Tokyo.

Menurut dua pejabat pemerintahan senior Malaysia, yang berbicara secara anonim karena kasus yang sensitif ini, Kim Jong-nam meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit hari Senin setelah tiba-tiba sakit di terminal bandara.

Ia mengatakan kepada para petugas medis sebelum meninggal bahwa ia telah diserang dengan semprotan bahan kimia di bandara, kata para pejabat itu. Sejumlah laporan media Korea Selatan, yang mengutip sumber-sumber tidak teridentifikasi, mengatakan bahwa dua perempuan tersebut diyakini sebagai agen-agen Korea Utara yang membunuhnya dengan semacam racun sebelum kabut dengan taksi.

Polisi mengatakan mereka sedang memburu lebih banyak tersangka, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pembersihan

Kim Jong-nam adalah putra Kim Jong-il, pemimpin kedua Korea Utara, dan Sung Hye Rim, aktris yang menurut para analis dipaksa bercerai dengan suami pertamanya untuk hidup secara rahasia dengan calon pemimpin itu tahun 1970, setahun sebelum putranya lahir.

Para analis mengatakan Kim Jong-nam bersekolah di Jenewa dan Moskow pada masa remajanya dan fasih berbahasa Inggris, Perancis dan Rusia. Setelah Kim Jong-il meninggal tahun 2011, Kim Jong-nam mengeluh bahwa Kim Jong-un, adik tiri dan pemimpin bru negara itu, tidak memperlakukannya dengan hormat dan mengiriminya cukup uang, menurut Cheong Seong-Chang, analis dari Sejong Institute di Korea Selatan.

Para pejabat dari Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, NIS, mengatakan pada para legislator bahwa Kim Jong-nam meninggalkan dua putra dan satu putri dari dua perempuan yang tinggal di Beijing dan Macau.

Kim Jong-nam, putra tertua mendiang diktator Korea Utara, Kim Jong-il, di bandar udara Beijing, Februari 2007.
Kim Jong-nam, putra tertua mendiang diktator Korea Utara, Kim Jong-il, di bandar udara Beijing, Februari 2007.

Sejak berkuasa pada akhir 2011, Kim Jong-un telah mengeksekusi atau membersihkan sejumlah pejabat tingkat tinggi pemerintahan dalam program yang disebut pemerintah Korea Selatan "tahta teror."

Badan mata-mata Korea Selatan, NIS, mengatakan Rabu bahwa Korea Utara telah mencoba membunuh Kim Jong-nam selama lima tahun. NIS tidak secara definitif mengatakan bahwa Korea Utara ada di belakang pembunuhan, hanya berasumsi bahwa itu operasi Korea Utara, menurut para legislator yang memberitahu wartawan mengenai pertemuan tertutup dengan para pejabat intelijen.

NIS juga mengutip upaya "sungguh-sungguh" dari Korea Utara untuk membunuh Kim Jong-nam tahun 2012, menurut para legislator tersebut. NIS mengatakan kepada mereka bahwa Kim Jong-nam mengirim surat kepada Kim Jong-un bulan April 2012, setelah upaya pembunuhan itu, meminta pengampunan untuknya dan keluarganya.

Surat itu menyebutkan: "Saya harap kamu membatalkan perintah penghukuman terhadap saya dan keluarga saya. Saya tidak punya tujuan, tidak punya tempat bersembunyi, dan kita tahu bahsa satu-satunya cara untuk bebas adalah bunuh diri."

Meskipun Kim Jong-nam awalnya disebut oleh beberapa pihak luar sebagai kemungkinan penerus ayahnya, mendiang diktator Kim Jong-il, yang lainnya merasa hal itu tidak mungkin karena ia tinggal di luar negeri, termasuk baru-baru ini di Macau.

Ia juga sering mengunjungi kasino, hotel-hotel berbintang lima dan berkeliling Asia, tanpa berurusan dengan Korea Utara.

Namun upayanya untuk mengunjungi Disneyland di Tokyo dilaporkan membuat kepemimpinan Korea Utara tidak lagi mempertimbangkan dirinya sebagai penerus. Kim Jong-nam telah mengatakan ia tidak memiliki ambisi-ambisi politik, meskipun ia di masa lalu secara publik kritis terhadap rezim Korea Utara dan legitimasi adik tirinya.

Tahun 2010, ia dikutip oleh media Jepang mengatakan bahwa ia menolak dinasti kekuasaan di Korea Utara.

Di antara eksekusi dan pembersihan Kim Jong-un, yang paling spektakuler adalah eksekusi pamannya, Jang Song Thaek, pada tahun 2013, yang suatu kali dianggap sebagai orang paling berkuasa kedua di negara itu. Ia dituduh melakukan pengkhianatan. [hd]

XS
SM
MD
LG