Tautan-tautan Akses

Malaysia Airlines Secara Teknis Telah Bangkrut


Awak Malaysia Airlines di area keberangkatan Kuala Lumpur International Airport.
Awak Malaysia Airlines di area keberangkatan Kuala Lumpur International Airport.

CEO baru Malaysia Airlines mengatakan Senin, maskapai ini "secara teknis bangkrut," menjabarkan rencana restrukturisasinya dengan memangkas sepertiga jumlah total karyawan, menghapus rute-rute internasional dan meninjau kembali armada jarak jauhnya.

"Kami secara teknis bangkrut... penurunan performa sudah dimulai jauh sebelum kejadian-kejadian tragis tahun 2014," ujar Christoph Mueller, dalam sebuah konferensi pers.

Maskapai ini sudah menderita kerugian bertahun-tahun akibat kalah berkompetisi dengan para pesaing regional, dan makin terpuruk setelah dua tragedi yang melanda maskapai ini tahun lalu.

Mueller berbicara di depan publik untuk pertama kalinya sebagai CEO sejak direkrut bulan lalu oleh pemilik maskapai, Khazanah Nasional atau lembaga investasi pemerintah Malaysia. Khazanah, yang semula adalah pemilik mayoritas, melakukan privatisasi terhadap maskapai ini sebagai bagian dari rencana senilai 6 miliar ringgit (Rp 21,5 triliun) untuk membawa maskapai ini kembali mencetak profit dalam waktu tiga tahun.

Maskapai ini mengatakan Senin, nama badan hukum barunya adalah Malaysia Airlines Bhd (MAB), menggantikan badan sebelumnya Malaysian Airline System Bhd (MAS), dengan Mueller menjanjikan rebranding perusahaan sepenuhnya di masa depan. Maskapai ini juga mengungkap rencana memangkas 6.000 pekerjaan, mengurangi jumlah karyawan menjadi 14.000, sudah mulai diimplementasikan.

"Kami akan tetap menjadi maskapai internasional dengan layanan penuh menghubungkan benua," ujar Mueller, menambahkan bahwa walaupun beberapa rute internasional akan dihapus, tidak ada rencana untuk mengubah Malaysia Airlines menjadi maskapai regional. Ia juga mengatakan tidak ada pemotongan bagi jaringan domestiknya.

Termasuk dalam pemotongan adalah pengurangan ukuran pesawat dan frekuensi penerbangan pada rute-rute tertentu, dan pada sebagian kasus menghapus sebagian rute sama sekali, menurut Mueller.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, Malaysia Airlines ini akan meninjau kembali armada 13 pesawat Boeing Co 777-200ER yang dipakai dalam rute jarak jauhnya, sementara maskapai ini mencari pembeli bagi dua dari enam pesawat Airbus A380 yang beroperasi dalam penerbangan dengan tujuan seperti London. Malaysia Airlines berencana untuk mempertahakan armada lainnya.

Sebelum bergabung dengan maskapai Malaysia ini, CEO 52 tahun dari Jerman ini sukses merestrukturisasi maskapai Aer Lingus yang disponsori pemerintah Irlandia, dan menjadi pelopor bagi perombakan di Lufthansa. Eksekutif ini mengatakan kepada Reuters ia ingin merampingkan jaringan dan armada Malaysia Airlines, dan berfokus pada mengurangi ongkos operasional.

Dalam pengumuman pendapatan terbarunya sebagai perusahaan publik, maskapai ini mencatat kerugian per kuartal terbesar sejak akhir 2011 dengan mulai turunnya jumlah penumpang dan pendapat menurun lebih tajam setelah tragedi dengan dua pesawatnya.

Penerbangan MH370 yang membawa 239 penumpang dan awak menghilang Maret tahun lalu, dan hingga kini menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah aviasi. Juli lalu, penerbangan MH17 ditembak jatuh di atas Ukraina bagian timur yang dikuasai pemberontak, menewaskan 298 orang di dalamnya.

Recommended

XS
SM
MD
LG