Tautan-tautan Akses

Maharasyi Hansa, Penyanyi Indonesia yang Memukau Juri the Voice di Amerika


Maharasyi Hansa, kontestan asal Indonesia di ajang the Voice versi Amerika (Dok: Maharasyi)

Penampilan penyanyi Indonesia, Maharasyi Hansa (27), di ajang pencarian bakat the Voice versi Amerika baru-baru ini menjadi kejutan yang membanggakan bagi Indonesia. Keponakan dari penyanyi legendaris Emillia Contessa ini berhasil lolos di babak ‘blind audition.’

Belum lama ini Indonesia dikejutkan oleh penampilan penyanyi Indonesia, Maharasyi Hansa yang berhasil lolos di babak 'blind audition' yang merupakan bagian dari ajang pencarian bakat bergengsi, the Voice, versi Amerika. Penampilan dan aksi panggungnya yang memukau berhasil menarik perhatian para juri dan juga penonton yang hadir.

Kecintaan terhadap dunia tarik suara sudah tumbuh sejak Maharasyi masih berusia tujuh tahun.

"Aku sudah nyanyi dari kecil, lama banget. Dan I’ve always sang dari sekolah dan rekaman di Indonesia dan di (Amerika). Akhirnya aku dapat oportunitas untuk audition," papar Maharasyi kepada VOA belum lama ini.

Seperti yang ia katakan di acara the Voice, Maharasyi sangat mengidolakan penyanyi senior Emillia Contessa, yang adalah kakak dari ayah Maharasyi. Suara yang besar dan penampilan Emillia Contessa yang ‘powerful’ di atas panggung telah menginspirasinya untuk menjadi penyanyi profesional.

"Pertama kali aku lihat orang live nyanyi itu ya, Bude Emil, saat dia datang ke Amerika. Kayaknya aku umur lima tahun, apa 4 tahun, masih kecil deh," kenang Maharasyi.

Tidak hanya sering muncul di berbagai acara televisi di Indonesia, Maharasyi juga beberapa kali merilis lagu, antara lain "Biarkan Cinta" karya Melly Goeslow yang ditulis untuk film "Wanita Tetap Wanita" pada tahun 2013, dan lagu kolaborasi dengan Daniel Mananta yang berjudul "Bendera (Dance! I Love Indonesia)" pada tahun 2012.

Bercita-cita menembus industri musik di Amerika, Maharasyi yang kini berdomisili di Los Angeles, California lalu mengikuti audisi awal ajang pencarian bakat the Voice di musim tayang yang ke-13 ini. Bersama temannya yang adalah warga Amerika, Maharasyi rela menyetir ke kota Las Vegas, di mana audisi awal tersebut dibuka untuk publik.

"Kita menginap di (Las Vegas) semalam dan paginya kita auditon. It was completely open call, di situ ada ribuan orang yang antre dan akhirnya kita, dua-duanya, masuk," paparnya.

Untuk audisi awal yang tidak ditayangkan di televisi ini, Maharasyi memilih lagu dari the Beatles yang berjudul "Come Together." Dari situ pihak penyelenggara memilih kembali para kontestan yang masuk kualifikasi untuk tampil di babak 'blind audition,' di mana para kontestan harus berjuang membuat para juri yang terdiri dari Adam Levine, Blake Shelton, Jennifer Hudson, dan Miley Cyrus memutarbalikkan kursi mereka​. Para juri yang memutarbalikkan kursinya kemudian akan menjadi mentor yang membimbing sang kontestan hingga ke babak final.

Bakat menyanyi Maharasyi telah menjadi bukti keberhasilannya dalam melalui babak 'blind audition' yang ditayangkan di televisi beberapa waktu lalu. Ia menjadi satu-satunya kontestan yang berasal dari Indonesia yang pernah tampil di babak tersebut, di sepanjang sejarah ajang the Voice versi Amerika.

Tampil dengan mengenakan gaun pendek berwarna hitam di babak 'blind audition,' Maharasyi membawakan lagu "Tell Me Something Good" dari Chaka Khan, yang adalah salah satu lagu favoritnya.

"Menurut aku, no matter how old you are, kamu bisa jatuh cinta dengan lagu ini. So, dengan platform sebesar the Voice, aku pengen aja ngebawain lagu yang aku cintai," kata perempuan yang akrab disapa Aci ini.

Selama dua minggu Maharasyi berlatih menyanyikan lagu tersebut. Walaupun lagunya tergolong sulit untuk dinyanyikan, Maharasyi berusaha tampil yang terbaik, mengingat bahwa kesempatan untuk bisa tampil di ajang sekelas the Voice di Amerika tidak datang setiap hari.

Berusaha melawan demam panggung yang ia rasakan, Maharasyi berhasil menarik perhatian para juri yang adalah para penyanyi papan atas dunia, juga sekitar 500 penonton yang hadir.

"Aku enggak mau cuman fokus, ‘gimana nih gue bisa memutarbalikkan kursi,’ tapi I want to make this moment still entertaining buat penonton yang di situ," ujar penggemar Stevie Wonder, Led Zeppelin, dan Christina Aguilera ini.

Sorak sorai keluarga, pacar, teman, dan juga pembawa acara Carson Daly terdengar dari belakang panggung ketika Jennifer Hudson dan Miley Cyrus memutarbalikkan kursi mereka. Adam Levine pun terlihat ikut bernyanyi sambil menikmati suara Maharasyi. Rasa haru terlihat di wajah ibu Maharasyi.

Maharasyi bersama salah satu kontestan the Voice, Stephan Marcellus (Dok: Maharasyi)
Maharasyi bersama salah satu kontestan the Voice, Stephan Marcellus (Dok: Maharasyi)

Selesai menyanyikan lagunya, Maharasyi dihadapi pilihan yang sulit ketika harus memilih mentor yang akan membimbingnya untuk bisa mencapai final. Jennifer Hudson sempat meminta Maharasyi untuk menyanyikan kembali satu bait terakhir dari lagu yang ia bawakan, karena ia yakin Maharasyi bisa mencapai nada tertinggi di lagu tersebut. Atas dorongan dari sang juri, Maharasyi berhasil mencapai nada itu.

"Dia benar-benar ngenalin suara aku dan benar-benar percaya banget sama aku bahwa aku bisa hit that note, you know? Jadi dari situ aku berpikir ya memang kita suaranya, tipenya kan soulful, jadi karena dia penyanyi yang soulful ya aku pikir mungkin dia bisa ngajarin aku yah sebagai penyanyi soulful," ujar Maharasyi.

Meskipun mengaku sebagai penggemar berat Miley Cyrus, Maharasyi akhirnya memilih Jennifer Hudson, karena ia percaya penyanyi pemenang piala Grammy dan OSCARS ini bisa mengajarkan banyak hal kepadanya.

Di babak selanjutnya, yaitu 'battle round,' penggemar Stevie Wonder dan Britney Spears ini berduet dengan salah satu kontestan yang juga berada di tim Jennifer Hudson.

"Dari situ Jennifer akan pilih siapa yang dia mau keep di timnya," papar Maharasyi.

Untuk bisa berada di titiknya yang sekarang ini bukanlah perjalanan yang mudah, mengingat persaingan di industri hiburan Amerika, khususnya di Los Angeles sangat ketat.

"(Los Angeles) itu enggak kekurangan orang yang bertalenta," ujar Maharasyi.

Perjalanan untuk menuju kesuksesan pun masih harus ia lalui. Berbagai tantangan dan rintangan masih harus ia lewati. Namun, Maharasyi bersyukur sebagai orang Indonesia ia bisa berkesempatan untuk berkarir di Amerika, khususnya di Los Angeles. Ia bangga bisa mewakili Indonesia di kancah global. Maharasyi percaya bahwa kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras yang dilakukan dengan sepenuh hati, demi menembus panggung internasional.

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG