Tautan-tautan Akses

AS

Loyalis Trump Dilantik Jadi Direktur Intelijen Nasional AS


John Ratcliffe di Komite Intelijen Senat di Capitol Hill, Washington, 5 Mei 2020. (Foto: Reuters)

Lebih dari sembilan bulan setelah Presiden Donald Trump pertama kali mengajukan namanya, John Ratcliffe bertanggung jawab atas operasi intelijen AS.

Ratcliffe berjanji untuk taat dan bertindak sesuai dengan aturan komunitas intelijen untuk menyatakan kebenaran pada kekuasaan, meski memiliki reputasi sebagai pengikut setia Trump.

Ratcliffe, usia 54 tahun dilantik sebagai direktur intelijen nasional pada Selasa (26/5) kurang dari seminggu setelah mendapatkan konfirmasi di Senat dengan suara 49-44.

Dalam sebuah pengarahan di Gedung Putih, Selasa (26/5), Sekretaris Pers Kayleigh McEnany menyatakan harapan agar Ratcliffe dapat mengikuti jejak Richard Grenell, Duta Besar AS untuk Jerman, yang menjabat sebagai direktur pelaksana selama tiga bulan terakhir.

"Rick Grenell lakukan pekerjaan yang sangat baik di posisi itu," kata McEnany. “Pekerjaan luar biasa yang ia laksanakan sebagai Direktur Intelijen Nasional. Saya harap John Ratcliffe akan mengambil alih," tambahnya.

Selama menjabat dalam waktu singkat di Badan Intelijen AS itu, Grenell membuat beberapa anggota parlemen jengkel dengan menolak berkonsultasi sambil melakukan serangkaian reformasi, termasuk perubahan mekanisme komunitas intelijen dalam memberikan briefing mengenai campur tangan dalam pemilu dan mempersingkat sejumlah operasi pada Pusat Kontraterorisme Nasional.

Dalam sambutan perdana sebagai Direktur Intelijen Nasional, Ratcliffe berterima kasih kepada Presiden AS dan Grenell, dan berharap untuk dapat memimpin mereka yang disebutnya, "profesional intelijen paling berbakat dan efektif di dunia."

Ratcliffe juga menegaskan kembali janjinya untuk memberi presiden dan para pembuat kebijakan untuk informasi strategis yang “tepat waktu, akurat, dan objektif.” [mg/pp]

XS
SM
MD
LG