Tautan-tautan Akses

Limbah akibat Bendungan Pertambangan yang Jebol di Brazil Ancam Cemari Sungai


Petugas masih terus mencari korban hilang dari bendungan pertambangan yang jebol di Brumadinho, Brazil (30/1).
Petugas masih terus mencari korban hilang dari bendungan pertambangan yang jebol di Brumadinho, Brazil (30/1).

Semburan limbah penambangan akibat runtuhnya bendungan yang menewaskan sedikitnya 84 orang di Brazil tenggara, sedang mengalir di sebuah sungai. Limbah yang mengandung oksida besi yang tinggi itu, mengancam akan mencemari sungai yang jauh lebih besar, yang menyediakan air minum bagi masyarakat di lima dari 26 negara bagian.

Semburan limbah berlumpur itu telah mengubah warna air Sungai Paraopeba yang biasanya kehijauan menjadi coklat, sekitar 18 kilometer ke hilir dari kota Brumadhinho, tempat bendungan yang rusak itu.

Kepala dari sebuah masyarakat adat Selasa mengatakan, petugas badan lingkungan Brasil memperingatkan masyarakatnya untuk berhenti memancing, mandi dan menyirami tanaman menggunakan air sungai itu.

Sungai Paraopeba yang berwarna kecoklatan akibat tercemar limbah pertambangan dan mengancam Sungai Sao Francisco yang lebih besar.
Sungai Paraopeba yang berwarna kecoklatan akibat tercemar limbah pertambangan dan mengancam Sungai Sao Francisco yang lebih besar.

Sungai Paraopeba mengalir ke Sungai Sao Francisco yang jauh lebih besar, yang menyediakan air minum dan irigasi ke ratusan kota seperti Petrolina, di negara bagian Pernambuco, 1.400 kilometer dari Brumadhino, yang berada di negara bagian Minas Gerais.

Sewaktu kerabat berduka karena anggota keluarga yang meninggal dan tim SAR terus mencari 276 orang yang hilang, otoritas Brazil dan perusahaan yang terlibat dalam pengelolaan air sungai berupaya mencari cara untuk mencegah pencemaran itu. (ps/jm)

Recommended

XS
SM
MD
LG