Tautan-tautan Akses

Lebanon Serukan Kewaspadaan Setelah Bentrokan Israel-Hizbullah


PM Lebanon, Hassan Diab. (Foto: dok).

PM Lebanon Hassan Diab, Selasa (28/7) menyatakan bahwa Israel telah melanggar kedaulatan negaranya dengan apa yang ia sebut “eskalasi militer berbahaya” setelah Israel dan Hizbullah saling melepaskan tembakan melintas perbatasan pada hari Senin (27/7).

“Saya menyerukan kewaspadaan dalam beberapa hari mendatang karena saya khawatir situasi akan memburuk sehubungan dengan ketegangan hebat di perbatasan,” cuit Diab.

PM Israel Benjamin Netanyahu, Senin (27/7) mengatakan bahwa Hizbullah “bermain api” dalam komentarnya tidak lama setelah militer Israel menyatakan pihaknya menggagalkan upaya kelompok militan itu untuk menyelinap melalui perbatasan.

“Hizbullah dan negara Lebanon bertanggung jawab penuh atas insiden ini dan serangan apapun yang berasal dari wilayah Lebanon terhadap negara Israel. Setiap serangan terhadap kami akan dihadapi dengan kekuatan besar,” kata Netanyahu. “Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah telah melakukan kekeliruan besar dalam mengalkulasi tekad Israel untuk melindungi diri sendiri, dan negara Lebanon membayar mahal untuk itu. Saya rekomendasikan agar Lebanon tidak mengulangi kekeliruan itu,” lanjut Netanyahu.

Militer Israel menyatakan sepasukan kecil lelaki bersenjata berusaha menyusup ke wilayah Israel dari daerah pertanian Shebaa, kawasan yang diklaim Lebanon dan direbut Israel dalam perang 1967.

Pasukan kedua pihak baku tembak selama sekitar satu jam, tetapi tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban.

Hizbullah membantah ada anggotanya yang terlibat dalam insiden hari Senin dan menuduh Israel berusaha “membuat kemenangan khayalan.”

Pernyataan Hizbullah memperingatkan bahwa pembalasan atas serangan udara Israel pekan lalu di Suriah yang menewaskan seorang anggota Hizbullah “jelas-jelas akan datang dan Zionis harus tetap menunggu hukuman atas kejahatan mereka.”

Israel menganggap Hizbullah, yang didukung Iran dan Lebanon, sebagai ancaman teroris terdekatnya.

Suatu gencatan senjata PBB yang mengakhiri perang 2006 antara Israel dan Hizbullah secara umum ditegakkan. Tetapi para pakar Timur Tengah menyatakan karena pandemi virus corona dan krisis ekonomi Lebanon, tidak ada satu pun pihak yang bersedia melakukan perang habis-habisan. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG